By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
NowbuzzNowbuzzNowbuzz
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Reading: Kontroversi Film Merah Putih: One For All yang Telan Biaya Produksi Rp6,7 Miliar
Share
Font ResizerAa
NowbuzzNowbuzz
Font ResizerAa
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Cari
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
© 2022 Nowbuzz. All Rights Reserved.
Nowbuzz > National > Kontroversi Film Merah Putih: One For All yang Telan Biaya Produksi Rp6,7 Miliar

Kontroversi Film Merah Putih: One For All yang Telan Biaya Produksi Rp6,7 Miliar

Published August 19, 2025
783 Views
Share
5 Min Read
Sumber: Gambar hanya ilustrasi
SHARE

Film animasi Merah Putih: One For All muncul dan langsung jadi topik hangat di media sosial. Sayangnya film produksi Perfiki Kreasindo ini dibicarakan bukan karena kualitas produksinya yang setara dengan Jumbo, animasi terbaik sepanjang sejarah film animasi Indonesia, tapi justru sebaliknya.

Merah Putih: One For All dikritik karena kualitas produksinya dinilai jauh sekali di bawah Jumbo. Lalu, ada kabar soal biaya produksi yang mencapai angka Rp 6,7 miliar tapi malah tidak kelihatan mahal sama sekali dalam trailer yang sudah dirilis.

Nah, ngomongin soal trailer film ini, netizen ramai-ramai menguliti segalanya. Mulai dari penggunaan aset yang dibeli online seharga belasan dollar sampai kemunculan senpi yang dianggap aneh.

Berikut deretan kontroversi film Merah Putih: One For All

1.⁠ ⁠Aset murah

Akun YouTube Yono Jambul mengungkapkan informasi soal animasi film Merah Putih: One For All. Diduga animasi yang diperlihatkan di trailer beli di store Daz3D.

“Mereka ada adegan jalankan. Nah mereka belinya aset street of Mumbai. Aneh banget kan makanya jalannya,” ucapnya.

Sebab ‘asal caplok’ itu akhirnya apa yang diperlihatkan dalam trailer kayak kosong gak ada feel sama sekali. Meski asetnya dipoles, tapi tetap aja masih jauh dari standar yang sudah keburu tinggi berkat Jumbo.

2.⁠ ⁠Nurunin standar yang udah tinggi berkat Jumbo

Trailer Merah Putih: One For All muncul jelang penayangannya 14 Agustus 2025. Menonton video itu netizen memberikan respons keras buat film ini. Soalnya belum lama industri film animasi Indonesia bangga banget sama Jumbo. Gak cuma film Jumbo punya cerita yang menyentuh, tapi animasinya apik.

Muncul setelah film sebagus itu bikin Merah Putih: One For All jadi samsak netizen soal kualitasnya. Film ini disebut malah nurunin standar yang udah dicetak oleh Jumbo.

3.⁠ ⁠AK-47 di trailer

Ada lagi nih keanehan dalam trailer Merah Putih: One For All. Di adegan anak-anak sedang kumpul di Balai Desa, ada gambar senapan laras panjang AK-47 di dalam sebuah lemari penyimpanan.

Produser film Merah Putih: One For All, Endiarto, lalu ngasih penjelasan.

“Itu kan gudang balai desa, tempat penyimpanan bendera dan momen perayaan 17 Agustus. Jadi itu adalah properti untuk peringatan 17 Agustus. Jadi bukan senjata beneran. Karena itu buat pentas mereka, dipake sama yang menjadi tentara Belanda,” terangnya.

4.⁠ ⁠Soal budget Rp 6,7 miliar

Endiarto juga bicara soal budget film Merah Putih: One For All yang disebut mencapai angka Rp 6,7 miliar. Dia ngaku tidak tahu sama sekali dari mana angka itu muncul.

Padahal, budget Rp 6,7 miliar keluar dari unggahan produser film ini yaitu Toto Soegriwo dan juga keterangan di laman Perfiki. Kok bisa ya Endiarto gak tahu soal ini?

“Film garapan Endiarto dan Bintang ini berdurasi 70 menit ini diketahui memakan budget produksi hingga Rp 6,7 miliar seperti yang diutarakan Produser Eksekutif Sonny Pudjisasono,” tulisnya dalam akun pribadinya.

5.⁠ ⁠Pemerintah gak danai film ini

Masih soal budget Rp 6,7 miliar film Merah Putih: One For All nih. Banyak yang nanya itu dari mana uangnya, alhasil pemerintah ikut terseret dalam hal ini.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar bicara lewat media sosial, menjelaskan kalau pihak Ekraf sempat menerima perwakilan tim produksi Perfiki Kreasindo. Ada dialog antara dua pihak soal karakter dan trailer.

Udah sampai di situ aja. Menurut Irene Umar gak ada urusan pendanaan sama sekali.

“Kami (Kementerian Ekonomi Kreatif) tidak memberikan bantuan finansial dan tidak memberikan fasilitas promosi. Hal ini selalu saya lakukan di setiap audiensi dengan semua pihak supaya setiap audiensi saya bisa mendengar langsung dari pelaku industri dan memberikan feedback based on my experience. Semua pejuang Ekraf itu bebas berkarya selama memberi dampak positif,” tegasnya.

Terus dananya dari mana? Kalau menurut pengakuan Endiarto, film ini dibuat dengan dana patungan dari Perfiki Kreasindo.

Perfiki Kreasindo ini sendiri bukan BUMN, apalagi lembaga pemerintah. Mereka ada di bawah naungan Yayasan Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, sebuah yayasan nirlaba yang memang fokus memajukan perfilman nasional. Jadi meskipun temanya nasionalis banget, ini proyek internal dari orang-orang industri film, bukan uang negara yang dibelanjakan.

You Might Also Like

Kartu Kereta Metro New York Diberhentikan, Kini Diburu Kolektor

Kapolda Sumsel Larang Musik Remix Dimainkan

Indonesia Persiapkan Diri untuk Evakuasi 1.000 Korban di Gaza

Bea Cukai Musnahkan 1 Ton Milk Bun Asal Thailand

Ketentuan Barang Bawaan Penumpang Resmi Dicabut

TAGGED:Film KemerdekaanindonesiaKontroversiMerah Putih: One For Alltrendingviral
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Heboh Ritual Umi Cinta, Pengikutnya Bisa Masuk Surga Jika Bayar Rp1 Juta
Next Article Kisruh Soal Royalti, Timnas Wajib Bayar Royalti untuk lagu “Indonesia Raya” Sebelum Bertanding
Leave a review Leave a review

Leave a Review Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please select a rating!

Berita Terbaru

Lifestyle
LIXIL Pimpin dan Fasilitasi Kolaborasi Lintas Sektor untuk Wujudkan Kualitas Ruang Hidup yang Lebih Baik
April 15, 2026
730 Views
Lifestyle
Green River College, Mengenal Jalur College dan Akses Transfer ke Universitas Top AS
April 6, 2026
747 Views
Uncategorized
Indonesia Sambut Baik Palestina Bentuk Kantor Penghubung untuk Board of Peace
March 30, 2026
717 Views
National
Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 18 Maret
March 30, 2026
742 Views
Lifestyle
Malaysia Tetapkan Durian Musang King sebagai Indikasi Geografis, Negara Lain Tidak Boleh Pakai Nama Ini
March 30, 2026
741 Views
Internasional
Harga Minyak Mentah Dunia Naik Sekitar 5%
March 30, 2026
727 Views
National
XXI Dapat Pendapatan Rp 5,9 Triliun Pada 2025, Ditopang Film Jumbo
March 30, 2026
719 Views
National
Sebanyak 625 Ribu Tiket Kereta Lebaran Ludes Terjual
March 30, 2026
739 Views
Internasional
Indonesia Jadi Salah Satu Negara Paling Aman Jika Perang Dunia Ketiga Terjadi
March 30, 2026
744 Views
Sports
Bali Jadi Tuan Rumah Pembuka Olahraga Ekstrem, Red Bull Cliff Diving World Series 2026
March 30, 2026
709 Views
Show More

Berita Populer

Entertainment
Ariel Noah & Enda Gitaris Ungu Ramaikan Konser di Sarinah
August 31, 2022
2.1k Views
Lifestyle
Apple luncurkan Iphone 14 7 September 2022
August 30, 2022
1.5k Views
National
Viral Grup Facebook Berisi Foto Wanita Penerima Paket dari Kurir
December 14, 2023
2.1k Views
National
Ditolak SPBU, karena beli bensin pakai rupiah baru
August 30, 2022
1.4k Views
Entertainment
5 Film Trilogi Indonesia di Disney+ Hotstar, Drama hingga Horor
August 23, 2022
1.3k Views

Baca berita lainnya

National

Arogan Dijalan, Polda Metro Jaya Sanksi Petugas Patwal Mobil RI 36

January 20, 2025
National

Mendagri Terbitkan Larangan Kepala Daerah Bepergian ke Luar Negeri

December 18, 2025
National

IKN Bakal Dihuni Hanya 2 Juta Penduduk

February 28, 2024
National

Sepanjang Januari – Juni 2025 Terjadi PHK Sebanyak 42.385 Pekerja

July 30, 2025

© 2022 Nowbuzz.co.id. All Rights Reserved

nowbuzz_logo
Selamat Datang Kembali!

Masuk ke akun anda

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up