Pemerintah Malaysia menegaskan bahwa durian dengan nama Musang King hanya boleh berasal dari kebun-kebun di Malaysia. Penegasan ini terkait dengan perlindungan indikasi geografis (IG) untuk menjaga keaslian dan reputasi durian Malaysia.
Popularitas durian di Asia Tenggara, khususnya varian Musang King, memang sangat tinggi. Durian ini dikenal dengan rasa legitnya dan harganya yang relatif mahal.
Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia, Mohamad Sabu, seperti dilansir dari The Star (27/2), menyatakan bahwa Musang King dilindungi melalui pendaftaran Indikasi Geografis (GI). Dengan demikian, negara lain tidak diizinkan memasarkan durian dengan nama yang sama.
“Musang King itu milik Malaysia. Negara lain tidak boleh menyebut durian mereka sebagai Musang King. Mungkin terlihat serupa, tetapi kita semua tahu rasanya berbeda,” kata Mohamad Sabu dalam sesi tanya jawab di parlemen.
Pernyataan ini merupakan jawaban atas pertanyaan anggota parlemen Beruas, Ngeh Koo Ham, yang menyoroti potensi masuknya durian dari Thailand dan Vietnam ke Malaysia, sebelum diekspor kembali ke China.
Ngeh Koo Ham juga menyoroti kekhawatiran tentang durian yang dijual langsung ke China dengan label Musang King, serta langkah-langkah pemerintah dalam melindungi industri durian Malaysia.
Mohamad Sabu menjelaskan bahwa pemerintah terus berdiskusi dengan General Administration of Customs of China untuk memastikan ekspor Musang King asli Malaysia terlindungi. Upaya ini bertujuan untuk menjamin pengakuan resmi terhadap produk makanan atau buah yang berasal dari Malaysia.
Durian Musang King yang diekspor secara resmi akan memiliki label dari Otoritas Pemasaran Pertanian Persekutuan (FAMA) dan cap MyBest, sebagai tanda keaslian durian Malaysia.
“Setiap kali saya berkunjung ke China, baik untuk urusan dinas maupun perjalanan pribadi, saya selalu memperhatikan durian yang dijual di sana. Terkadang dilabeli Musang King, tetapi rasanya jelas tidak sama. Karena itu pemerintah kita akan terus berkoordinasi dengan pihak bea cukai China,” katanya.
Edukasi kepada konsumen di China juga dianggap penting agar mereka memahami bahwa hanya durian Musang King yang disetujui dan berlabel resmi yang merupakan produk autentik Malaysia.
Mohamad Sabu menekankan bahwa perlindungan merek Musang King sangat penting karena ekspor durian ke China bernilai tinggi dan menjadi sumber pendapatan utama bagi petani lokal di Malaysia.


