By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
NowbuzzNowbuzzNowbuzz
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Reading: Kimchi “Terancam” Hilang Karena Perubahan Iklim Korea Selatan
Share
Font ResizerAa
NowbuzzNowbuzz
Font ResizerAa
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Cari
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
© 2022 Nowbuzz. All Rights Reserved.
Nowbuzz > National > Internasional > Kimchi “Terancam” Hilang Karena Perubahan Iklim Korea Selatan

Kimchi “Terancam” Hilang Karena Perubahan Iklim Korea Selatan

Published December 18, 2024
811 Views
Share
5 Min Read
Sumber: Gambar hanya ilustrasi
SHARE

Kimchi, hidangan populer khas Korea Selatan, menjadi korban perubahan iklim, Buzztie. Para ilmuwan, petani, dan produsen mengatakan kualitas dan kuantitas sawi putih yang diolah menjadi acar itu menurun akibat suhu Bumi yang makin panas.

Sayuran jenis sawi putih biasanya tumbuh subur di daerah beriklim dingin, dan biasanya ditanam di daerah pegunungan yang suhunya selama musim panas jarang mencapai di atas 25 derajat Celsius.

Beberapa studi menunjukkan kalau suhu yang meningkat akibat perubahan iklim kini mengancam kelangsungan tanaman tersebut. Dengan suhu yang terus naik dan tidak terkendali, Korea Selatan mungkin akan sulit menanam sawi putih di masa depan.

“Kami berharap prediksi ini tidak menjadi kenyataan,” kata ahli patologi tanaman dan virologi Lee Young-gyu.

“Sawi putih tumbuh di iklim dingin dan hanya beradaptasi dengan rentang suhu yang sangat sempit,” kata Lee. “Suhu optimal adalah antara 18 dan 21 derajat Celsius,” imbuhnya.

Di ladang maupun di dapur, baik dalam skala komersial maupun rumah tangga, petani dan pembuat kimchi mulai merasakan perubahannya.

Kimchi, hidangan pedas yang sudah difermentasi, dapat dibuat dari berbagai sayuran seperti lobak, mentimun, dan bawang daun. Tapi, jenis kimchi yang paling populer adalah yang menggunakan sawi putih.

Lee Ha-yeon, yang menyandang gelar Master Kimchi dari Kementerian Pertanian Korea Selatan, menjelaskan dampak suhu yang lebih tinggi pada sayuran tersebut. Ia mengatakan suhu tinggi menyebabkan inti sawi putih “menjadi rusak, dan akarnya menjadi lembek.”

“Jika ini terus berlanjut, maka di musim panas kita mungkin harus berhenti mengonsumsi sawi,” kata Lee, yang gelarnya mencerminkan kontribusinya terhadap budaya makanan Korea Selatan.

Data Badan Statistik Korea Selatan menunjukkan bahwa luas areal pertanian sawi putih di wilayah dataran tinggi pada tahun lalu kurang dari setengahnya dibandingkan 20 tahun lalu: 3.995 hektare dibandingkan dengan 8.796 hektare.

Menurut Badan Pembangunan Pedesaan, sebuah lembaga kajian pertanian di tingkat negara bagian, skenario perubahan iklim memproyeksikan area pertanian akan menyusut drastis dalam 25 tahun ke depan menjadi hanya 44 hektare. Ini artinya, tidak ada lagi sawi putih yang dapat ditanam di daerah dataran tinggi pada 2090.

Para peneliti menyebutkan suhu yang lebih tinggi, hujan lebat yang tidak dapat diprediksi, dan hama yang semakin sulit dikendalikan pada musim panas yang lebih hangat dan panjang, menjadi penyebab utama merosotnya hasil panen.

Infeksi jamur yang membuat tanaman layu juga sangat menyusahkan bagi para petani karena baru terlihat jelas saat menjelang masa panen sawi.

Perubahan iklim menambah tantangan bagi industri kimchi Korea Selatan, yang saat ini sedang berjuang melawan kimchi impor murah dari China, yang banyak digunakan di berbagai restoran.

Data bea cukai yang dirilis pada Senin (2/9) menunjukkan impor kimchi hingga akhir Juli naik 6,9 persen menjadi $98,5 juta, atau sekitar Rp1,53 triliun pada tahun ini. Hampir semuanya merupakan kimchi asal China dan merupakan angka yang tertinggi selama periode tersebut.

Sejauh ini, pemerintah Korea Selatan mengandalkan fasilitas penyimpanan yang dapat mengatur suhu untuk mencegah lonjakan harga dan kekurangan pasokan. Para ilmuwan juga berlomba-lomba mengembangkan jenis-jenis tanaman yang dapat tumbuh di iklim yang lebih hangat dan lebih tahan terhadap fluktuasi besar dalam curah hujan dan infeksi.

Namun, petani seperti Kim Si-gap, khawatir bahwa jenis sawi putih tersebut akan menjadi lebih mahal untuk ditanam dan kemungkinan juga akan memiliki rasa yang kurang enak. Pria berusia berusia 71 tahun itu telah bekerja di ladang sawi putih di wilayah timur Gangneung sepanjang hidupnya.

“Ketika kami melihat adanya laporan bahwa akan tiba saatnya kami tidak dapat lagi menanam sawi putih di Korea, rasanya mengejutkan di satu sisi dan juga menyedihkan pada saat yang sama,” kata Kim.

“Kimchi adalah sesuatu yang tidak boleh tidak ada di meja makan. Apa yang akan kita lakukan jika hal ini terjadi?” tukasnya.

You Might Also Like

Aturan Baru Arab: Dilarang Tolak Ajakan Buka Puasa Bersama 

Filipina Liburkan Siswa Karena Gelombang Panas

Zomato Resmi Tutup Layanan di Indonesia

Sebuah Bengkel di Makassar Berhasil Modif Motor Ala Dragon Ball

Ratusan Orang di Jepang Ikut Lomba Melamun

TAGGED:KimchiKorea Selatanterancam hilang
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Pekerja di Tokyo Kerja 4 Hari dalam Seminggu
Next Article Pemerintah akan Berlakukan 2 Pajak Baru untuk Kendaraan Bermotor
Leave a review Leave a review

Leave a Review Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please select a rating!

Berita Terbaru

Internasional
Harga LPG Non Subsidi Kembali Alami Kenaikan
May 6, 2026
716 Views
National
Siap-siap, Kendaraan Listrik akan Dikenakan Pajak
May 6, 2026
709 Views
Internasional
Inggris Resmi Setujui RUU yang Larang Penjualan Rokok untuk Generasi 2009 ke Atas
May 6, 2026
706 Views
National
UU PPRT Resmi Disahkan, Kini Pekerja Rumah Tangga dapat Perlindungan Hukum dan Jaminan Sosial
May 6, 2026
719 Views
Lifestyle
Hammersonic Fest Resmi Jadi Private Festival, Tiket akan Di-Refund 100%
May 6, 2026
708 Views
Lifestyle
Chanel Luncurkan Set Catur Super Mewah Senilai 4 Juta Dollar
May 6, 2026
712 Views
National
Harga Plastik Naik, Pemerintah Dorong untuk Balik ke Kemasan Tradisional
May 6, 2026
714 Views
Lifestyle
GoStudy UK & Ireland Expo 2026 Segera Digelar pada 16 Mei ini di Jakarta
May 6, 2026
714 Views
Internasional
India Menjadi Negara Nomor 1 Soal Selfie Maut di Tempat Wisata
May 6, 2026
712 Views
National
Imigrasi Tahan 364 WNA yang Melanggar Keimigrasian
May 6, 2026
713 Views
Show More

Berita Populer

Entertainment
Ariel Noah & Enda Gitaris Ungu Ramaikan Konser di Sarinah
August 31, 2022
2.2k Views
Lifestyle
Apple luncurkan Iphone 14 7 September 2022
August 30, 2022
1.5k Views
National
Viral Grup Facebook Berisi Foto Wanita Penerima Paket dari Kurir
December 14, 2023
2.1k Views
National
Ditolak SPBU, karena beli bensin pakai rupiah baru
August 30, 2022
1.4k Views
Entertainment
5 Film Trilogi Indonesia di Disney+ Hotstar, Drama hingga Horor
August 23, 2022
1.3k Views

Baca berita lainnya

Lifestyle

Seorang Satpam Pecahkan Rekor MURI dengan Karya Ilmiah Terbanyak

February 13, 2026
Lifestyle

Sebut Batik Berasal dari Malaysia, Penyanyi ini Dikritik Netizen

November 26, 2025
Internasional

Bahasa Indonesia akan Digunakan Dalam Sidang Umum UNESCO Tahun Ini

October 30, 2025
Lifestyle

Macklemore Rilis Lagu untuk Dukung Palestina

May 15, 2024

© 2022 Nowbuzz.co.id. All Rights Reserved

nowbuzz_logo
Selamat Datang Kembali!

Masuk ke akun anda

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up