By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
NowbuzzNowbuzzNowbuzz
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Reading: Indonesia Jadi Salah Satu Negara Paling Aman Jika Perang Dunia Ketiga Terjadi
Share
Font ResizerAa
NowbuzzNowbuzz
Font ResizerAa
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Cari
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
© 2022 Nowbuzz. All Rights Reserved.
Nowbuzz > National > Internasional > Indonesia Jadi Salah Satu Negara Paling Aman Jika Perang Dunia Ketiga Terjadi

Indonesia Jadi Salah Satu Negara Paling Aman Jika Perang Dunia Ketiga Terjadi

Published March 30, 2026
770 Views
Share
6 Min Read
Keterangan foto: ilustrasi
SHARE

Baru-baru ini situs berita TheEconomicTimes mengungkap sejumlah negara yang diproyeksikan menjadi negara-negara yang paling aman untuk berlindung jika Perang Dunia III benar-benar pecah.

Ulasan ini diterbitkan TheEconomicTimes, pada Senin (2/3) setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran. Teheran membalas dengan meluncurkan drone dan rudal di kawasan Timur Tengah, serta menggambarkan operasi tersebut sebagai “serangan langsung terhadap kedaulatannya”.

Dari sekian negara yang disebutkan oleh TheEconomicTimes antara lain Selandia Baru, Swiss, Fiji, Afrika Selatan, Chile, Bhutan, Tuvalu, termasuk Indonesia.

Alasan Indonesia disebut sebagai salah satu negara yang paling aman dari dampak Perang Dunia III adalah langkah Pemerintahan Prabowo Subianto yang sering mengambil sikap netral dalam isu-isu politik, dengan kebijakan luar negeri Indonesia sebagai “bebas dan aktif”.

“Indonesia bertindak secara independen dalam urusan internasional dan menyatakan bahwa kepentingan utamanya adalah perdamaian dunia. Wilayahnya yang luas dan tersebar mengurangi keberadaan target militer strategis, sehingga Indonesia kerap masuk dalam daftar sebagai tempat perlindungan yang relatif aman karena kecil kemungkinan terseret ke dalam perang antar negara adidaya,” demikian tulisan dari artikel tersebut.

Pemerintah sendiri sudah secara konsisten menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif, yang berarti tidak terikat pada aliansi militer mana pun dan tidak berada di bawah blok kekuatan global tertentu. Sikap ini membuat Indonesia memiliki risiko yang relatif kecil untuk terseret langsung dalam konflik bersenjata antarnegara adidaya.

Hal ini sempat ditergaskan kembali oleh Menteri luar Negeri Sugiono saat rapat kerja dengan DPR. Menurut Sugiono, kebijakan luar negeri Indonesia akan tetap non-blok, di mana bangsa ini tidak memihak pada blok atau pakta militer mana pun.

“Presiden Prabowo Subianto telah menguraikan visi kebijakan luar negeri di mana Indonesia tetap non-blok, yang berarti kita tidak memposisikan diri dalam blok militer apa pun,” ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI pada Senin (2/3).

Ia menambahkan, Indonesia tidak tertarik untuk bergabung dengan blok atau pakta militer mana pun karena hal tersebut tidak sesuai dengan kepentingan nasional, baik secara tradisi maupun konstitusi.

“Kami ingin menjadi teman dan tetangga yang baik bagi semua negara. Jalur diplomasi yang kami ambil akan terus dijalankan sesuai amanat Konstitusi. Kami juga memiliki kebebasan untuk bergabung dengan kelompok multilateral lainnya,” tuturnya.

Sementara itu dari sisi ekonomi, Indonesia juga tidak menggantungkan diri pada satu mitra dagang semata. Prabowo memang secara eksplisit mendorong Indonesia untuk memperluas dan mendiversifikasi aliansi ekonominya.

Sebut saja langkah Indonesia bergabung dengan BRICS serta menyelesaikan dan mempercepat berbagai perjanjian dagang dengan Peru, Uni Eropa, Kanada, kawasan Eurasia, hingga Amerika Serikat. Diversifikasi ini membuat perekonomian nasional lebih tahan terhadap guncangan global akibat konflik geopolitik.

Dalam diplomasi tingkat tinggi, Presiden Prabowo juga dikenal menjalankan peran sebagai Diplomat in Chief yang aktif. Hubungan baik dijaga dengan para pemimpin negara besar dunia, mulai dari Presiden Amerika Serikat, Presiden Tiongkok, Presiden Rusia, Perdana Menteri India, Inggris, Australia, hingga sejumlah pemimpin strategis lainnya. Pendekatan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang mampu menjembatani kepentingan global tanpa harus berpihak secara militer.

Ketahanan pangan menjadi salah satu fondasi utama yang membuat Indonesia dinilai aman dalam skenario krisis global ekstrem. Pada 2025, Indonesia berhasil mencapai swasembada beras setelah memangkas sekitar 145 regulasi pupuk dan menetapkan harga gabah sebesar Rp6.500 per kilogram.

Produksi beras nasional tercatat mencapai 34,7 juta ton, meningkat 13,3% dibandingkan 2024. Cadangan beras pemerintah yang dikelola BULOG mencapai 3,3 juta ton di akhir 2025, tertinggi sepanjang sejarah. Sementara itu, cadangan beras di tingkat rumah tangga juga meningkat signifikan, naik 47% dibandingkan 2024 menjadi 12,4 juta ton pada 2025.

Selain beras, Indonesia pada 2025 juga telah mencapai swasembada sekaligus mampu mengekspor sembilan komoditas pangan kunci, yaitu ikan, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.

Pemerintah juga tengah membangun kapasitas produksi untuk mencapai swasembada empat komoditas strategis lainnya, yakni bawang putih, kedelai, daging sapi atau kerbau, serta gula industri. Langkah ini bertujuan memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga meskipun rantai pasok global terganggu akibat perang.

Di sektor energi, Indonesia memperkuat kemandirian melalui peningkatan kapasitas kilang dan diversifikasi sumber energi. Produksi solar dan avtur meningkat seiring selesainya proyek kilang RDMP Balikpapan yang mulai beroperasi pada Januari 2026, ditambah dengan kebijakan mandatori biodiesel berbasis kelapa sawit.

Untuk bensin, pemerintah memperkuat resiliensi rantai pasok dengan tidak lagi bergantung pada impor dari Timur Tengah saja. Indonesia menargetkan penghentian impor bensin RON 92, RON 95, dan RON 98 pada 2028 melalui peningkatan lifting migas domestik serta pengembangan produksi etanol sebagai bahan bakar alternatif.

Dari sisi politik dalam negeri, Indonesia mengadopsi konsep politik tenda besar. Kabinet Merah Putih terdiri dari mayoritas partai politik di DPR RI, sehingga pemerintahan berjalan relatif stabil, minim konflik, dan lebih fokus pada agenda pembangunan.

Selain itu, jaring pengaman sosial dinilai berjalan dengan baik. Meski tantangan kemiskinan masih ada, masyarakat yang berhak mendapatkan perlindungan sosial memperoleh berbagai dukungan, mulai dari bantuan pangan, program makan bergizi gratis (MBG), cek kesehatan gratis (CKG), iuran BPJS yang ditanggung pemerintah, sekolah gratis, beasiswa KIP Kuliah, hingga berbagai bantuan sosial lainnya. Kondisi ini turut menjaga stabilitas sosial dan membuat tingkat kriminalitas Indonesia termasuk salah satu yang terendah di dunia.

You Might Also Like

Malaysia akan Lanjutkan Pencarian Pesawat MH370 yang Hilang 11 Tahun Lalu

Pemerintah Jepang Mewajibkan Warganya untuk Tertawa Demi Kesehatan

PBB Turut Berbelasungkawa Atas Banjir Besar di Sumatera

Kebakaran Melanda Hong Kong, 7 Gedung Habis Terbakar

Paris Tidak Menyediakan AC di Kamar Para Atlet Olimpiade Paris 2024

TAGGED:indonesiaPerang duniaPerang Dunia 3
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Bali Jadi Tuan Rumah Pembuka Olahraga Ekstrem, Red Bull Cliff Diving World Series 2026
Next Article Sebanyak 625 Ribu Tiket Kereta Lebaran Ludes Terjual
Leave a review Leave a review

Leave a Review Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please select a rating!

Berita Terbaru

Lifestyle
A-Level & IGCSE di UK dan Ireland Jadi Jalur Favorit Siswa Indonesia Menuju Kedokteran Hingga Seni di Kampus Top Dunia
May 13, 2026
718 Views
Lifestyle
Solusi Tekanan Air Rendah: WizFlo Hand Shower dari American Standard
May 11, 2026
49 Views
Internasional
Harga LPG Non Subsidi Kembali Alami Kenaikan
May 6, 2026
721 Views
National
Siap-siap, Kendaraan Listrik akan Dikenakan Pajak
May 6, 2026
716 Views
Internasional
Inggris Resmi Setujui RUU yang Larang Penjualan Rokok untuk Generasi 2009 ke Atas
May 6, 2026
709 Views
National
UU PPRT Resmi Disahkan, Kini Pekerja Rumah Tangga dapat Perlindungan Hukum dan Jaminan Sosial
May 6, 2026
724 Views
Lifestyle
Hammersonic Fest Resmi Jadi Private Festival, Tiket akan Di-Refund 100%
May 6, 2026
712 Views
Lifestyle
Chanel Luncurkan Set Catur Super Mewah Senilai 4 Juta Dollar
May 6, 2026
715 Views
National
Harga Plastik Naik, Pemerintah Dorong untuk Balik ke Kemasan Tradisional
May 6, 2026
721 Views
Lifestyle
GoStudy UK & Ireland Expo 2026 Segera Digelar pada 16 Mei ini di Jakarta
May 6, 2026
721 Views
Show More

Berita Populer

Entertainment
Ariel Noah & Enda Gitaris Ungu Ramaikan Konser di Sarinah
August 31, 2022
2.2k Views
Lifestyle
Apple luncurkan Iphone 14 7 September 2022
August 30, 2022
1.5k Views
National
Viral Grup Facebook Berisi Foto Wanita Penerima Paket dari Kurir
December 14, 2023
2.1k Views
National
Ditolak SPBU, karena beli bensin pakai rupiah baru
August 30, 2022
1.4k Views
Entertainment
5 Film Trilogi Indonesia di Disney+ Hotstar, Drama hingga Horor
August 23, 2022
1.4k Views

Baca berita lainnya

Internasional

Momen Time Traveler Pesawat Ini Terbang dari Hongkong pada 2025, dan Mendarat di Los Angeles pada 2024

January 9, 2025
Internasional

Denmark Hapus Pajak Buku Demi Meningkatkan Minat Baca Warganya

September 26, 2025
Internasional

Rani, Sapi Terkecil di Dunia Ada di Bangladesh

January 7, 2025
Internasional

Trump: AS Segera Naikkan Tarif Impor Dari China 125 Persen

April 15, 2025

© 2022 Nowbuzz.co.id. All Rights Reserved

nowbuzz_logo
Selamat Datang Kembali!

Masuk ke akun anda

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up