Seorang siswa Sekolah Dasar negeri (SDN) di Tambun Selatan, Bekasi, berinisial F terpaksa harus diamputasi kakinya usai mendapat perundungan (bully) dari temannya.
“Diamputasinya itu hari Kamis minggu lalu di Rumah Sakit Dharmais,” kata Kuasa Hukum F, Mila Cheah.
Mila menjelaskan kejadian itu bermula ketika F disleding oleh salah satu temannya saat jam istirahat pada Februari 2023. Ketika itu, F yang masih duduk di bangku kelas 6 diajak oleh teman-temannya sekitar lima orang untuk membeli jajan di dekat kantin sekolah. Saat lagi jalan santai dan bergurau, salah satu teman menjegal kaki atau men sliding F hingga jatuh tengkurap. Lutut dan tangan F pun terluka.
“Setelah jatuh, F bukannya ditolongin malah dibully sama temen-temen yang lain termasuk si pelaku. ‘Ah cupu lu gitu aja nangis. Awas lu kalau sampai ngomong sama mamah lu. Dasar lu anak mami’,” ujar Mila.
F pun berjalan merangkak dan berdiri sendiri untuk mencari es batu di warung terdekat. Es batu itu ia gunakan untuk mengompres kaki dan tangannya yang terluka. Setelahnya, F kembali ke kelas. Namun, F lagi-lagi dirundung oleh temannya. Sepulang sekolah, F tidak menceritakan kejadian yang dialami kepada ibunya. Karena, F takut dengan ancaman teman-temannya. Beberapa hari kemudian, F merasakan sakit pada kakinya. Setelah dibujuk oleh sang ibunda, Diana, F pun menceritakan peristiwa yang dia alami.
Diana lalu mengompres kaki F dengan air hangat untuk meredakan sakit di kaki anaknya. Tapi, sakit pada kaki F tidak juga sembuh. Diana membawa F ke rumah sakit yang tidak jauh dari rumahnya. Setelah dilakukan pemeriksaan, F didiagnosa infeksi pada kaki.
“Setelah itu F masuk sekolah pakai tongkat. Setelah pakai tongkat itu pun masih dibully sama temennya. Kayak kakek-kakek lah kayak apa lah. Akhirnya F nggak mau sekolah,” kata Mila.
Kaki F semakin membengkak, Diana kemudian membawa F ke empat Rumah Sakit. F didiagnosa kanker tulang dan tindakan yang harus dilakukan yakni amputasi. Tapi, Diana ragu dengan hasil diagnosa tersebut. Diana membawa F ke Rumah Tetapi sama saja, dokter mendiagnosa F mengalami kanker tulang. Karena diagnosa kanker tulang itu, kaki F diamputasi pada Februari lalu. F mengalami mental breakdown karena harus merelakan salah satu kakinya.
“Kondisinya sekarang mental down, dari H-2 sebelum operasi sampai hari ini nggak mau makan. Setiap kali melihat kakinya masih pengaruh obat jadi ‘aduh mah kakiku kesemutan’. Kakinya udah nggak ada, tapi bilangnya kesemutan. Jadi dia masih merasa kakinya ada,” tutur Mila.


