enyidik kepolisian mengungkapkan bahwa Haerul (30), anggota Brimob Polda Sulawesi Selatan gadungan tersebut sering ikut penggerebekan dan penangkapan bersama anggota Polsek Tamalate, Buzztie.
“Betul itu, dia ikut (penggerebekan bersama anggota Polsek Tamalate),” kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Ridwan Hutagaol, Minggu (26/2).
Hal itu dikarenakan Haerul yang mengaku sebagai anggota Brimob berpangkat Briptu sehingga anggota Polsek Tamalate pun percaya. Lalu Haerul dengan bebas ikut penggerebekan dan penangkapan selama ini.
“Dia mengaku anggota Brimob ke anggota Polsek Tamalate, makanya anggota Polsek pun percaya dengan pengakuan pelaku,” ungkapnya.
Selain itu, kata Ridwan agar sang istri dan tetangganya tidak curiga bahwa dia bukan bukan polisi, Haerul selalu keluar malam dengan alasannya untuk pergi penangkapan. Kemudian sang istri pun percaya jika suaminya adalah polisi asli.
“Modusnya itu, supaya bisa dilihat orang bahwa dia betul-betul polisi,” bebernya.
Sebelumnya telah diberitakan, seorang pria bernama Haerul (30) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, ditangkap polisi. Pria asal Kabupaten Gowa itu diamankan polisi lantaran mengaku sebagai polisi yang bertugas di Brimob Polda Sulsel.
Kasi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Lando mengatakan, penangkapan terhadap dilakukan langsung oleh Intelmob Brimob Polda Sulsel di Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar, Kamis, 23 Februari 2023 dini hari tadi.
“Pelaku diamankan Kamis, 23 Februari 2023 dini hari. Dia langsung diamankan setelah mengaku sebagai anggota Brimob yang bertugas di Mako Brimob Polda Sulsel, di Jalan Pabaeng-Baeng, Makassar,” kata Lando saat dimintai konfirmasi, Kamis 23 Februari 2023.
Lando menjelaskan, kalau penyamaran Haerul sebagai polisi gadungan sudah berlangsung selama 5 tahun. Kedok dia pun terbongkar setelah istrinya sendiri curiga soal gerak geriknya yang tidak seperti polisi pada umumnya.
Karena mulai curiga, sang istri pun berkoordinasi dengan Mako Brimob untuk menanyakan status Haerul yang mengaku bertugas di Brimob Pa’baeng-baeng. Hasilnya, ternyata Haerul bukan polisi setelah Intel Brimob Polda Sulsel melakukan penyelidikan. Kartu Tanda Anggota (KTA) anggota Polri yang dimilikinya juga ternyata palsu.
“Jadi setelah mengetahui bahwa yang bersangkutan merupakan anggota Polri gadungan. Dia langsung diamankan di Mako Brimob Pa’baeng-baeng,” ungkap Lando.
Dari hasil interogasi, kata Lando, Haerul nekat mengaku sebagai anggota polisi agar disegani dan ditakuti oleh beberapa anggota keluarganya yang nakal.
“Alasan dirinya menyamar sebagai anggota Brimob karena ingin disegani dan ditakuti oleh beberapa anggota keluarganya yang nakal. Dia mulai melakukan penyamaran sebagai anggota Polri sejak tahun 2018,” ujarnya.
What do you think, Buzztie?


