Setelah ChatGPT bikin para karyawan ‘kerah putih kehilangan pekerjaan mereka, kali ini ada kemajuan luar biasa dalam teknologi kecerdasan buatan (AI) juga dapat membuat model film dewasa cemas.
Masalahnya dalam beberapa tahun kedepan, bintang film dewasa yang dihasilkan oleh AI diklaim akan lebih dinikmati daripada versi aslinya. Hal itu membuat beberapa model ‘panas’ khawatir pendapatannya menurun, Buzztie.
Dalam aplikasi Discord, ada sebuah grup atau komunitas bernama ‘Unstable Diffusion’ yang didirikan tahun lalu dengan tujuan “melatih AI untuk menjadi lebih baik dalam memproduksi film porno,” tulis Independent.
Laporan itu juga mengungkapkan kalau salah satu alasan utama kenapa orang-orang lebih memilih robot ‘cabul’ berbasis AI adalah karena mereka bisa diprogram menjadi sempurna, dengan payudara besar dan badan yang langsing.
Tapi, nggak sedikit juga yang tidak terlalu mengkhawatirkan adanya bintang porno yang dihasilkan oleh AI, karena mereka memiliki banyak sekali keunggulan yang tidak bisa dikalahkan oleh sebuah robot.
“Siapa pun yang mengira gambar wanita telanjang yang dihasilkan AI akan merusak ekonomi OnlyFans untuk wanita di kehidupan nyata, mereka memiliki kesalahpahaman mendasar tentang apa itu OnlyFans,” tulis Laura Lux, salah satu model OnlyFans melalui akun Twitter-nya.
Sementara itu, model OnlyFans lainnya, Alex-Sim-Wise juga percaya kalau kecemasan itu nggak bakal bertahan lama. Dia mengatakan banyak bintang porno sudah menggunakan elemen AI untuk membuat diri mereka terlihat berbeda dalam foto dan video mereka.
“Ada banyak sekali kreator yang mengubah identitas mereka. Saya pikir kreator OnlyFans telah menggunakan (teknologi semacam ini) tanpa benar-benar menyadarinya, dengan semua aplikasi yang kami gunakan untuk mengedit konten. Mereka pada dasarnya adalah AI juga, dan bahkan melebihi AI,” kata Sim-Wise kepada Independent.
Seksolog Ness Cooper sependapat, dengan mengatakan kalau kecerdasan buatan nggak bisa meniru kompleksitas dan nuansa seksualitas manusia.
“Saya sangat meragukan akan pernah ada satu pornografi yang mengatur semuanya, karena itu bukan cara kerja otak kita ketika berhubungan dengan fantasi seksual dan gambar erotis,” ujarnya, dilansir dari New York Post.
Let us know your thoughts, Buzztie!


