Panda Qizai sudah menjadi perhatian dunia sebagai satu-satunya panda cokelat putih yang hidup di penangkaran. Hewan unik ini ditemukan ditinggalkan di alam liar dan kini tinggal di Pusat Pembesaran dan Perlindungan Hewan Liar Louguantai, Xi’An, Cina, Buzztie.
Selama bertahun-tahun, Qizai nggak cuma menarik perhatian publik tetapi juga menjadi subjek penelitian ilmiah untuk memahami genetika warna bulunya yang langka. Qizai bukan hanya panda biasa, warna bulunya yang cokelat putih menjadikannya sangat langka, dengan hanya tujuh panda serupa yang pernah tercatat dalam sejarah.
Menariknya, semua panda cokelat putih diketahui berasal dari pegunungan Qinling di provinsi Shaanxi, Cina.
Fenomena ini menunjukkan bahwa wilayah tersebut mungkin menjadi pusat genetika unik bagi panda dengan warna yang berbeda dari hitam-putih khas panda lainnya.
Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences akhirnya mengungkap alasan di balik warna unik Qizai.
Para ilmuwan menemukan bahwa panda cokelat seperti Qizai kekurangan urutan DNA pendek pada gen Bace2, yang berperan penting dalam pigmentasi.
Hilangnya urutan genetik ini menyebabkan perbedaan warna yang mencolok pada bulu Qizai dibandingkan dengan panda-panda lainnya.
Penemuan hewan langka ini tidak hanya membantu menjelaskan genetika panda cokelat putih, tetapi juga memberikan wawasan baru tentang keanekaragaman genetik panda liar, khususnya yang berasal dari wilayah Qinling.
Kisah Qizai menjadi pengingat pentingnya melestarikan keanekaragaman hayati, terutama untuk spesies seperti panda yang sudah terancam punah.
Dengan tinggal di penangkaran, Qizai tidak hanya aman dari ancaman alam liar tetapi juga berkontribusi pada penelitian yang dapat membantu pelestarian panda di masa depan.
Sebagai satu-satunya panda cokelat putih di dunia yang hidup di penangkaran, Qizai tidak hanya menjadi ikon langka tetapi juga simbol harapan bagi upaya konservasi global.


