Sebuah gerakan solidaritas digital yang mengharukan sudah menyebar luas di kawasan Asia Tenggara. Netizen dari Malaysia, Singapura, Thailand, hingga negara-negara tetangga lainnya berbondong-bondong memesan makanan dan minuman melalui aplikasi ojek online di Indonesia, Buzztie.
Tetapi, makanan tersebut bukan untuk konsumsi mereka sendiri, melainkan sebagai bentuk dukungan untuk para pengemudi ojol yang sedang menghadapi situasi sulit di tengah gelombang demonstrasi nasional.
Aksi ini bermula dari inisiatif spontan beberapa netizen lalu viral di media sosial. Mereka memanfaatkan fitur aplikasi Grab yang memungkinkan pengguna mengubah lokasi geografis untuk memesan makanan di wilayah Indonesia, khususnya Jakarta dan kota-kota besar lainnya.
Gerakan solidaritas ini pertama kali mencuat setelah salah seorang netizen Thailand yang menggunakan akun X @sighyam mengajak rekan-rekannya untuk ikut berkontribusi. Ajakan tersebut kemudian viral dan menyebar ke berbagai platform media sosial, termasuk Instagram, dan Facebook.
Netizen Malaysia bernama @izwanhs menjadi salah satu pelopor yang membagikan tangkapan layar bukti pemesanannya melalui aplikasi Grab. Dalam unggahannya, ia menjelaskan bahwa makanan yang dipesannya ditujukan untuk mendukung para driver ojol yang sedang berpartisipasi dalam demonstrasi atau sekadar memberikan apresiasi atas kerja keras mereka.
Tidak hanya terbatas pada Malaysia dan Singapura, gerakan ini bahkan menjangkau hingga Thailand, Korea Selatan, dan Inggris. Para netizen dari negara-negara tersebut mengaku bisa melakukan hal serupa selama memiliki aplikasi Grab dan dapat mengubah lokasi geografis mereka.
Para netizen luar negeri ini menggunakan cara yang cukup unik untuk menyalurkan bantuan. Mereka memesan makanan atau minuman melalui aplikasi ojek online, lalu memberikan instruksi kepada driver bahwa pesanan tersebut tidak perlu diantar ke alamat tujuan, melainkan dapat dikonsumsi oleh driver itu sendiri atau dibagikan kepada rekan-rekan sesama pengemudi ojol.
Sistem bantuan ini juga melibatkan lembaga swadaya masyarakat dan berbagai organisasi yang bertindak sebagai koordinator distribusi. Beberapa pesanan dikirimkan langsung ke alamat LSM atau titik-titik berkumpul driver ojol, sehingga distribusi bantuan dapat dilakukan dengan lebih terorganisir.
Jenis bantuan yang diberikan tidak hanya berupa makanan dan minuman, tetapi juga obat-obatan dan keperluan sehari-hari lainnya. Para netizen luar negeri ini menunjukkan kepedulian yang mendalam terhadap kondisi para pekerja informal di Indonesia yang sedang menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
Aksi solidaritas ini muncul di tengah gelombang demonstrasi besar yang dimulai pada 25 Agustus 2025. Demonstrasi tersebut diprakarsai oleh gerakan yang mengatasnamakan “Revolusi Rakyat Indonesia” dan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk buruh, petani, mahasiswa, dan pengemudi ojol.
Salah satu isu utama yang diangkat dalam demonstrasi adalah protes terhadap kenaikan tunjangan anggota DPR RI periode 2024-2029 yang naik menjadi sekitar 120 juta rupiah per bulan. Para demonstran menuntut pembatalan kenaikan tunjangan tersebut dan mendesak transparansi dalam pengelolaan gaji pejabat negara.
Situasi semakin memanas setelah tragedi yang menimpa Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojol yang tewas dalam insiden selama demonstrasi. Peristiwa ini memicu gelombang solidaritas yang lebih besar, tidak hanya dari dalam negeri tetapi juga dari negara-negara tetangga.
Para demonstran juga mengangkat berbagai tuntutan lainnya, termasuk penghapusan sistem outsourcing, kenaikan upah minimum, pencabutan berbagai peraturan pemerintah yang dianggap merugikan pekerja, serta reformasi dalam berbagai sektor.
Gerakan solidaritas digital ini mendapat respons yang sangat positif dari berbagai kalangan di Indonesia. Banyak netizen Indonesia yang mengaku terharu dan bangga melihat kepedulian saudara-saudara di negara tetangga. Komentar-komentar yang muncul di media sosial menunjukkan rasa terima kasih yang mendalam dan penguatan ikatan persaudaraan antar bangsa ASEAN.
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, melalui akun X pribadinya turut mengapresiasi gerakan ini. Ia menyatakan bahwa gestur sederhana tersebut terasa sebagai dukungan yang amat hangat dan menunjukkan kuatnya ikatan solidaritas ASEAN yang melampaui batas-batas negara.
Para driver ojol yang menerima bantuan ini juga menyampaikan rasa terima kasih mereka melalui berbagai platform media sosial. Mereka mengaku merasa sangat tersentuh dan termotivasi untuk terus berjuang di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
Gerakan solidaritas netizen ASEAN ini pada akhirnya menjadi pengingat akan kuatnya ikatan persaudaraan di kawasan Asia Tenggara. Meskipun terdapat perbedaan sistem politik, ekonomi, dan budaya, rasa empati dan solidaritas antar masyarakat tetap menjadi pengikat yang kuat.
Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang netizen Malaysia yang berpartisipasi dalam gerakan ini, batas negara memang dapat memisahkan secara geografis, tetapi rasa persaudaraan tetap dapat menyatukan. Gerakan ini menunjukkan bahwa di era digital, solidaritas tidak lagi dibatasi oleh jarak dan batas negara.
Ke depannya, diharapkan gerakan seperti ini dapat menjadi model untuk aksi-aksi solidaritas regional lainnya. Tidak hanya dalam situasi krisis, tetapi juga dalam berbagai inisiatif positif untuk kemajuan bersama masyarakat ASEAN.


