Suara ayam berkokok memang menjadi salah satu ciri khas daerah pedesaan di Indonesia. Tidak hanya di desa, beberapa warga di kota juga memelihara ayam yang khas dengan suara berkokok di pagi hari.
Tapi, hal itu ternyata jadi sesuatu yang mengganggu bagi sebagian orang, Buzztie. Hal ini yang dialami oleh belasan turis asing di Bali. Diketahui, belasan turis asing tersebut mengirimkan petisi ke Kantor Camat Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, pada Kamis (02/03) yang sudah ditandatangani oleh belasan turis asing.
Petisi tersebut diketahui dibuat oleh para turis asing untuk komplain perihal suara ayam berkokok yang setiap hari terdengar sampai ke tempat mereka menginap di homestay Anumaya Bay View, Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.
Kepala Seksi Satuan Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Kuta Selatan, I Kadek Agus Alit Juwita, mengatakan, hal tersebut berawal dari seorang Warga Negara Asing (WNA) Rusia keberatan ayam berkokok di tempat dia menginap, di homestay Anumaya dan kokok ayam itu dinilai berisik.
Salah satu turis asing, William, memprotes suara kokok ayam yang berisik di dekat tempat tinggalnya di Bali. William bahkan berasumsi kalau warga lokal yang memelihara ayam itu, sebagai tukang judi sabung ayam.
William yang tinggal di homestay di dekat rumah pemilik ayam dan dia mengaku tinggal di sana selama empat tahun. Karena itu, dia menyebut sang pemilik ayam mengikutsertakan ayam-ayamnya untuk bertarung.
William menuding tetangganya, sang pemilik ayam sebagai pelaku judi sabung ayam. Menurutnya, hal itu dilarang di Indonesia.
“Dia itu bertarung ayam dan itu ilegal di Indonesia. Hukum lemah. Pria ini (sang pemilik) memiliki banyak ayam dan mereka berkokok mulai jam 3 pagi, membuat orang lain tidak bisa tidur,” tuturnya mengutip Detik Senin, (06/03/2023).
“Saya menawarkan dia Rp 500 ribu untuk memindahkan ayam-ayamnya. Tetapi, dia tidak mau menerima uang itu,” terang William yang mengklaim sebagai seorang purnawirawan militer.
Nggak cuma William aja, seorang turis asal Rusia, Dennis, juga mengaku tidak menyukai suara ayam yang berkokok. “No i don’t like it,” tegasnya.
Diketahui, pemilik ayam yang terkena protes oleh turis asing di Bali tersebut bernama Wayan Agus Juli, warga Pondok Mekar 2 di Jalan Kampus Udayana, Jimbaran.
Pihak keluarga Wayan Agus membantah kalau ayam yang dimiliki oleh Wayan Agus digunakan untuk berjudi. Pihak keluarga mengaku bahwa ayam tersebut digunakan untuk jual beli dan dibeli secara impor untuk dikawinkan dengan ayam lokal Bali.
Pihak Kecamatan Kuta Selatan sendiri akan melakukan mediasi kepada para penghuni homestay tersebut dengan tetangga di depan homestay yang memiliki ayam, pada Selasa (07/03) mendatang agar diselesaikan secara kekeluargaan.
“Kami coba memediasi mereka si pemilik ayam dengan pemilik homestay itu biar dia menyampaikan dengan bule-bule yang tinggal di sana. Yang dulu punya rumah di sana si pemilik ayam,” ujar Alit.
“Rencananya Selasa kita mediasi. Itu kan tetanggaan karena bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Kalau nanti (mediasi) jalannya buntu iya harus homestay yang membuat peredam suara di sana. Itu tamu-tamunya yang komplain,” tutup Alit.
Hmm, gimana menurut kalian, Buzztie?


