Emirates Airlines resmi mendaratkan pesawat superjumbo Airbus A380-800 perdana di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali (DPS), Kamis (1/6). Pendaratan ini mengawali sejarah penerbangan komersial dengan pesawat A380 pertama di Indonesia.
Pesawat dengan nomor penerbangan EK368 ini berangkat dari Dubai pada 03:20 waktu setempat dan tiba di Bali pada 16:35 WITA. Lalu, pesawat A380 dengan penerbangan EK369 dijadwalkan berangkat kembali dari Bali pada 19:40 WITA dan tiba di Dubai pada 00:45 waktu setempat.
Kedatangan pesawat terbesar di dunia ini disambut meriah menggunakan meriam air (water canon) ketika mendarat. Pendaratan pertama pesawat A380 di Indonesia disambut oleh Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia YM Abdulla Salem AlDhaheri dan Senior Vice President, Commercial Operations, Far East Emirates Orhan Abbas.
Selain itu, seremoni juga dihadiri oleh Staf Khusu untuk Urusan Ekonomi dan Investasi Trasnportasi Wihana Kirana Jaya, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Made Ayu Marthini, Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi, Gubernur Bali I Wayan Koster dan Chief Executive Officer (CEO) VFS Global Zubin Karkaria.
Orhan Abbas menyampaikan pihaknya sangat senang armada A3480 milik Emirates akhirnya tiba di Bali. Sejarah penerbangan di Indonesia ini sudah melalui tahap perencanaan yang cukup lama selama berbulan-bulan, Buzztie.
“Awal beroperasinya A380 di Indonesia juga memaknai perpanjangan komitmen kami pada pasar Indonesia, serta pembuktian kerja sama yang semakin kuat dengan otoritas bandara I Gusti Ngurah Rai dan pemerintah lokal,” ujarnya saat seremoni, Rabu (1/6).
Dia melanjutkan, penerbangan Dubai-Denpasar menggunakan armada superjumbo tersebut juga sekaligus merupakan respons tingginya permintaan perjalanan internasional sebagai salah satu dari dua layanan harian Emirates ke pulau Bali.
Sementara itu, Faik Fahmi menambahkan pihak Angkasa Pura I berharap momentum bersejarah ini dapat menjadi katalisator bagi proses pemulihan pariwisata dan perekonomian Bali dan juga nasional.
“Ini merupakan tonggak sejarah yang membanggakan bagi industri penerbangan di Indonesia pada umumnya, serta bagi Angkasa Pura I khususnya,” kata Faik.
Adapun untuk menyambut kedatangan Airbus A380-800, Kementerian Perhubungan, Angkasa Pura I, dan Tim Emirates telah melaksanakan assessment fasilitas airside dan landside di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.
Bandara telah memenuhi spesifikasi untuk melayani penerbangan Airbus A380-800. Pergerakan penumpang dari pesawat ke terminal bandara atau sebaliknya telah disiapkan garbarata atau aviobridge dengan dua belalai.
There were three seat classes on Emirates’ inaugural flight on its A380 aircraft to Bali, including the award-winning First Class suite. Furthermore, Emirates will operate the A380 in Bali with a fleet that has two classes, namely 58 seats in Business Class and 557 seats in Economy Class.
Emirates pertama kali meluncurkan layanan harian nonstop dari Dubai ke Bali pada tahun 2015, menambahkan frekuensi penerbangan komersilnya ke Jakarta yang sudah dimulai sejak tahun 1992.
Maskapai saat ini melayani rute ke Indonesia dengan 28 penerbangan mingguan ke Bali dan Jakarta lalu meningkatkan konektivitas ke 29 kota domestik lainnya lewat dua kesepakatan kerja sama dengan Garuda Indonesia dan Batik Air.
Saat ini, penerbangan Emirates menggunakan armada A380 melayani pelanggan ke lebih dari 41 tujuan, termasuk Dubai, dan akan meluas ke hampir 50 tujuan pada akhir musim panas mendatang.
Pembelian tiket dapat dilakukan di emirates.com, Emirates App, di kantor pemasaran Emirates, dan melalui agen perjalanan online dan offline. Pelanggan juga dapat mengunjungi situs web Emirates untuk persyaratan perjalanan terbaru.


