Di tengah tahun ajaran baru 2024-2025, SD Negeri 2 Bulung Cangkring, Kudus, menghadapi situasi yang memprihatinkan.
Sekolah ini hanya menerima satu siswa baru, sebuah gambaran jelas tentang kurangnya fasilitas pendidikan yang memadai di daerah tersebut. Kondisi ini tidak hanya dialami oleh SD Negeri 2 Bulung Cangkring, tetapi juga oleh SD Negeri 1 Wates yang hanya menerima dua siswa baru.
Kepala Sekolah SD Negeri 1 Wates, Arif Wijayanto, mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung beberapa tahun terakhir, Saat ini SD Negeri 1 Wates hanya memiliki total 26 siswa.
Minimnya jumlah siswa ini mencerminkan kurangnya daya tarik sekolah tersebut di mata orang tua dan masyarakat setempat, alasan utama yang dikemukakan adalah kurangnya fasilitas pendidikan yang memadai.
Kurangnya fasilitas pendidikan di sekolah-sekolah negeri di Kudus mempengaruhi keputusan orang tua dalam memilih sekolah untuk anak-anak mereka.
Dengan fasilitas yang terbatas, banyak orang tua yang memilih sekolah lain yang dianggap lebih mampu memberikan kualitas pendidikan yang lebih baik.
Hal ini menyebabkan sekolah-sekolah seperti SD Negeri 2 Bulung Cangkring dan SD Negeri 1 Wates kekurangan siswa baru setiap tahunnya.
Menanggapi situasi ini, Dinas Pendidikan Kudus berencana melakukan regrouping untuk sekolah-sekolah yang memiliki jumlah siswa kurang dari 60 anak.
Regrouping ini bertujuan untuk menggabungkan sekolah-sekolah yang kekurangan siswa agar dapat memberikan pendidikan yang lebih optimal.
Keputusan untuk melakukan regrouping mempertimbangkan berbagai aspek seperti jarak antar sekolah dan jumlah siswa, serta berkaitan dengan bantuan dan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang akan diterima sekolah-sekolah tersebut.
Meskipun menghadapi tantangan besar, para guru di sekolah-sekolah yang kekurangan siswa tetap berkomitmen untuk memberikan pembelajaran maksimal kepada anak didik mereka, namun tanpa adanya peningkatan fasilitas pendidikan, tantangan ini akan terus berlanjut.
Diharapkan pemerintah daerah dan pihak terkait dapat memberikan perhatian lebih pada peningkatan fasilitas pendidikan di sekolah-sekolah negeri di Kudus agar mampu menarik lebih banyak siswa dan memberikan pendidikan yang berkualitas.


