WhatsApp sepertinya sedang mengembangkan fitur baru yang bernama “Voice Note Transcript”. Sesuai dengan namanya, fitur ini memungkinkan voice note ditranskrip alias diubah jadi teks, Buzztie.
Dengan fitur Voice Note Transcript ini, pengguna bisa mengetahui isi pesan suara tanpa harus memutarnya terlebih dahulu. WABetaInfo melihat fitur ini muncul di pembaruan WhatsApp beta versi 23.3.0.73 untuk iOS.
Dalam screenshoot yang dibagikan, WhatsApp bakal menyediakan pop up window yang berisi informasi mengenai fitur Voice Note Transcript. Window itu menjelaskan dua alasan yang membuat pesan suara tidak bisa ditranskrip. Pertama, karena kata-kata dalam pesan suara nggak dikenali. Kedua karena pengguna belum menyetel bahasa pilihan yang sesuai dengan bahasa yang digunakan pengirim voice note. Dari window tersebut, fitur bahasa Voice Note Transcript bakal disetting dalam bahasa Inggris secara default. Pengguna bisa mengubah pilihan bahasa lewat menu “Change Language” yang ada di window tersebut.
Tapi, belum ada informasi lebih spesifik soal pilihan bahasa yang tersedia untuk transkrip voice note WhatsApp ini dan belum ada informasi terbaru mengenai cara kerja fitur ini.
Pada tahun 2021, WABetaInfo sebetulnya sudah menemukan fitur ini, tetapi ketika itu, WhatsApp berhenti mengembangkan fitur ini. WABetaInfo melaporkan kalau pengguna perlu mengaktifkan fitur transkrip voice note dan memberikan izin WhatsApp untuk mengakses fitur Speech Recognition. Izin itu bakal muncul sebagai jendela pop-up. Di situ akan tertera informasi bahwa data suara yang diterima dari WhatsApp ini akan dikirimkan ke Apple, untuk ditindaklanjuti (ditranskrip). Selain itu, tertulis pula bahwa data yang dikirimkan dari fitur transkrip voice note WhatsApp ini juga akan membantu Apple untuk meningkatkan teknologi pengenalan suaranya (speech recognition).
Pengguna akan diberikan pilihan “OK” untuk melanjutkan transkrip pesan suara, atau “Don’t Allow” kalau nggak ingin mengaktifkannya. Bila pengguna memilih “OK”, maka pengguna akan diarahkan ke jendela “transkrip”. Di situ, pengguna bisa melihat hasil transkrip dari voice note miliknya berdasarkan time stamp. Time stamp itu juga berguna kalau pengguna ingin lompat ke isi pesan suara tertentu saja pada voice note, sehingga tak perlu mendengarkan voice note dari awal. Saat pesan ditranskrip untuk pertama kali, teksnya akan disimpan secara lokal di database WhatsApp, sehingga nggak perlu ditranskrip lagi kalau pengguna ingin melihatnya lagi di kemudian hari.
WhatsApp also claims that the voice note transcription feature is protected by an End to end-encrypted (E2EE) security system. So in theory, voice notes cannot be peeked at by parties other than the recipient and sender of the message.
Selama ini, fitur voice note memang berguna ketika pengguna ingin mengirim pesan tapi sedang tak memungkinkan untuk mengetiknya secara langsung.
Namun di sisi lain, si penerima voice note juga bisa saja sedang dalam kondisi tidak bisa mendengarkan pesan suara tersebut. Misalnya, karena tidak membawa headphone atau sedang berada di lingkungan yang berisik.
Nah, ketika si penerima nggak memungkinkan untuk mendengarkan voice note yang diterimanya, di sinilah fitur transkripsi voice note berperan.
Setelah vakum, menurut WABetaInfo, WhatsApp tampaknya kembali mengerjakan fitur Voice Note Transcript lagi. Namun belum diketahui kapan fitur ini bakal tersedia untuk pengguna WhatsApp iOS. Belum ketahui pula, apakah fitur transkripsi voice note ini juga akan hadir di WhatsApp Android atau tidak.
What do you think, Buzztie?


