Bukan kabar yang baik, Jakarta naik peringkat ke posisi 29 dari 389 untuk peringkat kemacetan kota di Dunia, Buzztie. Data ini dirilis oleh TomTom Traffic Index.
“Mencakup 389 kota di 56 negara di 6 benua, Indeks Lalu Lintas kami memeringkat kota-kota di seluruh dunia berdasarkan waktu perjalanan rata-rata dan memberikan akses gratis ke informasi kota demi kota,” demikian penjelasan TomTom dalam situsnya seperti dilihat, Rabu (15/2).
TomTom stated that the 2022 congestion level measurement also includes the financial impact of increased fuel costs and traffic congestion, fuel consumption/kWh, and CO2 emissions when driving petrol, diesel, or electric vehicles in all 389 cities.
“Sekarang di tahun ke-12, edisi Indeks Lalu Lintas TomTom ini memberikan lebih banyak wawasan daripada sebelumnya, membantu manajer armada, perencana kota, pembuat mobil, pembuat kebijakan, dan pengemudi mengatasi tantangan terkait lalu lintas, membuat keputusan mobilitas yang tepat dan mengarahkan menuju masa depan yang lebih baik,” tulis TomTom.
TomTom menyatakan data indeks Lalu Lintas itu dikumpulkan melalui sampel representatif yang mencakup 543 miliar Km. TomTom mengatakan data itu digunakan untuk menilai dan menunjukkan bagaimana lalu lintas berkembang di kota-kota di seluruh dunia selama 2022.
“Tahun ini kami memperkenalkan metrik baru: waktu perjalanan, yang dengannya kami memeringkat kota berdasarkan waktu rata-rata yang diperlukan untuk berkendara sejauh 10 km di dalamnya. Waktu tempuh di berbagai kota merupakan hasil dari berbagai faktor, yang dapat dikelompokkan menjadi a) faktor kuasi statis (misalnya infrastruktur jalan, seperti kategori jalan, kapasitas, dan batas kecepatan); dan b) faktor dinamis (misalnya, kemacetan lalu lintas dan perubahan arus). Faktor statis menentukan waktu perjalanan yang optimal (seperti yang ditunjukkan pada halaman kota) di sebuah kota (atau produk arus bebas kami), sedangkan faktor dinamis memberikan perubahan arus lalu lintas – dan jumlah keduanya memberikan waktu tempuh,” tulis TomTom.
Berdasarkan data tersebut yang menduduki peringkat 1 adalah London. Waktu rata-rata perjalanan dalam 10 Km adalah 36 menit 20 detik. Posisi berikutnya ditempati Bengaluru di India, Dublin di Irlandia, Sapporo di Jepang dan posisi kelima diduduki oleh Milan, Italia.
Sementara untuk Jakarta yang berada di posisi 29 kota termacet di dunia. waktu rata-rata perjalanan dalam 10 Km adalah 22 menit 40 detik. Waktu tempuh itu meningkat sekitar 2 menit 50 detik dibanding tahun 2021.
Pada tahun 2021, Jakarta berada di posisi ke-46 dalam TomTom Traffic Index. Sementara pada 2020, Jakarta berada di posisi 31.
Ternyata Jakarta tambah macet ya, Buzztie.


