Penipuan online ternyata paling banyak terjadi di Indonesia, loh Buzztie. Adapun kasus phising yang terjadi dikabarkan melebih 200 ribu kasus dalam setahunnya.
Dilansir dari Kapersky, Indonesia disebut punya insiden phishing keuangan sebanyak 208.238. Negara Asia Tenggara berikutnya adalah Vietnam dengan 172.694 kasus.
Sementara Malaysia mencatatkan 120.656 insiden, disusul Thailand 104.461. Faktanya cuma Filipina dan Singapura yang memiliki kasus di bawah 100.00, yaitu 52.914 dan 22.109 kasus.
Lebih lanjut, data ini juga membeberkan bahwa phising keuangan tidak hanya terjadi pada perbankan.
Baik sistem pembayaran (meniru brand terkenal Paypal, Mastercard, American Express, atau Visa) dan e-commerce (toko online sepreti eBay, Amazon, Apple Store dan Steam) juga terdampak.
“Bukanlah sebuah hal baru melihat perusahaan menjadi sasaran phishing keuangan, tetapi kita harus ingat di sini bahwa bisnis, pada intinya, masih terdiri atas manusia. Phishing adalah jenis serangan rekayasa sosial,” kata General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky, Yeo Siang Tiong dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut dia menyebut serangan ini merupakan peretasan pikiran manusia.
“Sembilan dari sepuluh karyawan perlu pelatihan ketrampilan basic keamanan siber. Penjahat dunia maya sadar bahwa karyawa merupakan celah paling mudah untuk melancarkan serangan terhadap perusahaan,” imbuhnya.
Kapersky juga menyebut kalau email jadi gerbang ‘utama’ dari 91% serangan siber. Hal itu diperparah dengan catatan bahwa satu dari lima orang akan mengklik tautan pada email phising. Fakta itu menunjukan bahwa karyawan tidak memperhatikan ‘jebakan’ pada email.


