Enam Pendaki yang sebelumnya dilaporkan hilang di Gunung Lemongan, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (27/1) ternyata nggak benar, Buzztie.
Diberitakan kompas.com, keenam pendaki itu adalah Diaz asal Kelurahan Tompokersan, Alfan asal Desa Purworejo, Elisa asal Desa Labruk, Chein asal Desa Kutorenon, Brian asal jalan Swandak dan Miftah asal Desa Yosowilangin sebelumnya dilaporkan hilang.
Tapi, belakangan ini diketahui kalau informasi 6 pendaki yang hilang itu hanya prank atau lelucon semata, waduh!
Kepala BPBD Lumajang Patria Dwi Hastiadi mengatakan kalau keenam pendaki mulai melakukan perjalanan menuju puncak Gunung Lemongan lewat pos Mbah Citro pada Kamis (26/1) pukul 17.00 WIB.
Sehari berikutnya, pada Jumat (27/1) pagi, pihak BPBD Lumajang mendapatkan laporan kalau keenam pendaki tersebut hilang.
“Jam 01.00 dini hari, rombongan pendaki mengubungi temannya di Lumajang, kami terima laporan itu pagi harinya, dan kita lacak masih ada di puncak gunung,” kata Patra.
Hearing this information, he immediately assigned the Lumajang BPBD rapid reaction team (TRC) to the location to carry out the evacuation. Patra had confirmed that the six climbers of Mount Lemongan had indeed gotten lost.
“Mereka (6 pendaki) itu kan malam berangkat ke puncak, memang mereka terlepas dari jalur. Jadi boleh dibilang tersesat,” kata Patria.
Lalu, salah satu dari keenam pendaki menghubungi temannya yang masih berada di bawah.
“Mereka menghubungi temannya di bawah dan bilang bahwa mereka tidak menemukan jalur sampai ke puncak alias tersesat,” terang Patra.
Mendengar kabar itu, rekan dari salah satu pendaki itu melaporkannya kepada petugas. Karena laporan itu, Patra dan tim segera mencari keenam pendaki ke titik lokasi.
“Kita langsung ke sana, ke lokasi mau menjangkau mereka.
Cuma karena ternyata kondisi mereka baik-baik saja, kemudian hari kedua kita serahkan kepada Perhutani,” jelas Patra.
Patra menyebutkan, walaupun tersesat keenam pendaki tersebut masih dalam kondisi baik-baik saja. Semua pendaki dilaporkan membuka tenda sambil menunggu temannya.
Terkait dengan informasi viral yang beredar, Patra mewakili BPBD Lumajang sudah melakukan pertemuan bersama dengan pendaki dan keluarga mereka. Dalam bertemuan itu, BPBD turun ke lapangan untuk melakukan evakuasi karena ada dua hal mendasar.
“Dasarnya itu laporan masyarakat atau kondisi darurat, yang pertama itu kita naik karena berdasarkan laporan. Kemudian setelah kondisi darurat kita nyatakan aman, clear, tidak ada sesuatu yang emergency, makanya kita serahkan kepada pihak Perhutani,” jelas Patra.
Pada Senin (30/1), Patra memastikan kalau keenam pendaki itu sudah kembali dan pulang dengan selamat.
What do you think, Buzztie?


