Buzztie, beredar video viral di media sosial yang memperlihatkan sejumlah orang membongkar tulisan ‘Tim Aksi Kasih Gereja Reformed Injili Indonesia’ yang menempel di atap tenda di posko bantuan bencana gempa di Cianjur, Jawa Barat. Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan mengatakan aksi itu dilakukan oleh organisasi masyarakat (Ormas) Garis yang berada di luar wilayah itu. Bukan oleh warga setempat yang tinggal di posko pengungsian itu.
Dia juga menjelaskan aksi itu terjadi di empat wilayah pengungsian yaitu di desa Cibulakan, Desa Genjot, Desa Telaga dan Desa Sarampad.
“Yang mencopot itu bukan masyarakat pengungsi. Masyarakat pengungsi menerima apa yang diberikan dari kelompok manapun, agama apapun,” tuturnya.
Doni mengatakan kalau para pelaku itu sudah diperiksa dan diambil keterangannya mengenai aksi itu. Doni memastikan kalau pihaknya sudah menegur semua pelaku yang terlibat dalam kegiatan itu.
Aksi itu lalu mendapatkan kecaman dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Bupati Cianjur Herman Suherman. Herman mengkritik kalau hal seperti itu seharusnya gak dilakukan karena kemungkinan pihak pemberi bantuan tidak punya maksud tertentu selain kemanusiaan.
“Pencopotan itu salah, tapi menonjolkan label juga tidak benar. Kita sama-sama saling mengerti, membantu secara tulus tanpa label di bantuannya. Saya harap ini tidak terulang, dan kita fokus pada penanganan kebencanaan hingga pemulihan nantinya,” tuturnya.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga menyesalkan tindakan itu, dia menekankan bahwa bantuan tidak boleh diberi stempel negatif ketika datang dari kelompok tertentu. “Walaupun kita tidak bersaudara dalam keimanan, kita tetaplah bersaudara dalam kebangsaan dan kemanusiaan.” ucap Ridwan Kamil di Instagram pribadinya. Dia juga sudah meminta kepolisian untuk menindaklanjuti pencabutan label gereja tersebut.
Sementara itu, mantan ketua umum PBNU Said Aqil Siradj menilai bantuan dari umat agama lain tidak bisa disebut dengan misi Kristenisasi. “Itu bersikap belum dewasa. Harus kita bedakan aktivitas kemanusiaan, aktivis sosial dengan kristenisasi, harus kita bedakan,” kata dia di Masjid Istiqlal.


