Menanggapi yang lagi viral kemarin nih, Buzztie. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Askolani, angkat bicara terkait rencana pengenaan cukai minuman berpemanis di tengah kasus PT Es Teh Indonesia Makmur.
Ia menyebutkan pemerintah terus mempersiapkan kebijakan pengenaan cukai untuk minuman berpemanis. Even though, there are still many considerations to be discussed.
“Kebijakan cukai minuman berpemanis dalam kemasan untuk ke depan dipersiapkan perencanaannya saat ini,” ujar Askolani, Selasa (27/09/2022).
Selain kesehatan, pertimbangan lainnya adalah kondisi pelaku usaha dan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah nggak mau membuat kebijakan secara terburu-buru nih, Buzztie. Because, saat implementasinya nanti diharapkan nggak ada kontra dan berjalan dengan baik.
Sebelumnya, PT Es Teh Indonesia got the public’s attention for giving subpoenas (Somasi) to customers who criticized their beverage products as being too sweet.
Perusahaan yang dipimpin oleh Nagita Slavina ini menilai protes yang disampaikan seorang pelanggan bernama Gandhi lewat akun twitter @Gandhoyy tidak pantas dan bersifat subjektif.
“Sehingga kurang pantas menyatakan bahwa produk Chizu Red Velvet (minuman) seperti gula seberat 3 kg. Kami menganggap pernyataan tersebut dapat menyebabkan pemberian informasi keliru dan/atau menyesatkan kepada konsumen/publik,” tulis tim legal perusahaan Brian Michel yang menandatangani surat somasi, Sabtu (24/09/2022).
The company also felt insulted by the harsh words written by Gandhi, sehingga meminta Gandhi untuk menghapus unggahannya dan meminta maaf kepada PT Es Teh. Hmm, are you team Gandhi or Es Teh, Buzztie?


