Teknologi AI di Indonesia kian berkembang dan kali ini adalah petugas dari Imigrasi Soekarno-Hatta.
Baru-Baru ini mereka mengumumkan kehadiran 4 petugas humas berbasis Artificial Intelligence (AI) dan bahkan sudah aktif bekerja per hari ini Jumat, 5 Mei 2023.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta memperkenalkan empat petugas humas berbasis AI dengan nama masing-masing adalah Bhumi, Pura, Wira, dan Wibawa. Keempatnya diciptakan dengan perawakan wajah yang mewakili keragaman masyarakat Indonesia.
Dalam hal ini, Bhumi, Pura, Wira, dan Wibawa bakal menjalankan tugas sebagai asisten komunikator pelayanan publik untuk area Bandara Soekarno-Hatta, Buzztie.
“Bhumi, Pura, Wira, dan Wibawa mewakili keberagaman Indonesia. Keempat anggota AI bertugas sebagai asisten komunikator pelayanan publik Imigrasi Soekarno-Hatta,” ujar akun Twitter, @imigrasi_soetta.
Lebih detailnya, terungkap perkenalan diri dan penjelasan tugas dari masing-masing persona AI dalam bentuk rekaman video berdurasi 47 detik itu.
“Perkenalkan saya Bhumi. Saya dari Sumatra. Saya adalah staf humas pada seksi informasi dan komunikasi keimigrasian Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta,” kata sosok persona pertama yang bernama Bhumi.
“Halo, saya Pura. Putri dari Papua. Saya anggota humas Imigrasi Soekarno Hatta,” kata persona dengan penampilan mirip perempuan tanah Papua.
“Salam kenal, ya. Saya Wira dari Kalimantan. Saya petugas hubungan masyarakat di Imigrasi Soekarno-Hatta,” kata persona dengan penampilan rambut pendek dan wajah mirip perempuan Dayak.
“Halo semua saya Wibawa dari Jawa. Saya anggota humas yang siap menginformasikan kabar terkini dari Imigrasi Soekarno-Hatta. Mohon kerjasamanya,” kata Wibawa yang memperkenalkan diri.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta, lalu membeberkan kalau keempat persona dibuat dengan riset dan blending yang memakan waktu selama empat hari. Tepatnya, pembuatan masing-masing persona AI dilakukan dengan berdasarkan pencampuran wajah beberapa selebritas Indonesia.
Sosok Bhumi untuk contoh pertama, disebutkan adalah wujud laki-laki melayu dengan campuran darah Arab, sehingga sejumlah wajah aktor keturunan Arab dicampurkan, seperti Al Ghazali, Rizky Nazar, Ali Syakieb, dan Gandhi Fernando.
“Tidak ada persona yang dibuat hanya dengan 1 referensi. Bhumi misalnya, kita blend beberapa aktor untuk mendapatkan persona Bhumi,” ujar akun Twitter Imigrasi Soekarno-Hatta.
Sedangkan, sosok persona Wibawa adalah wujud laki-laki Jawa dan Bali, sehingga terpilih pencampuran wajah Oka Antara, Anjasmara, Ario Bayu, dan Hengky Kurniawan.
Bukan cuma itu, Imigrasi Soekarno-Hatta mengeklaim hanya menggunakan tools gratis untuk mewujudkan 4 persona yang memiliki perawakan berbeda-beda.
Pada akhirnya, total anggaran yang dihabiskan untuk proyek petugas humas AI ini hanya mencapai Rp200.000.


