Sebuah SD di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi sorotan setelah program menerapkan jam tidur siang dan menghapuskan pekerjaan rumah (PR) bagi murid beredar viral di media sosial, Buzztie.
SD yang menerapkan jam tidur siang dan menghapuskan PR ini adalah SD Muhammadiyah IV yang terletak di Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo.
Guru SD Muhammadiyah IV, Kiki Arya Wijaya mengatakan, pihaknya baru tahun ini menyelenggarakan jam tidur siang.
“Baru tahun ajaran ini kita menerapkan pelajaran tidur siang,” kata Kiki, dikutip dari laman Muhammadiyah pada Jumat (1/12).
Menurut Kiki, para guru sebelumnya melihat kalau para siswa sering mudah lelah dan kadang meminta cepat pulang.
“Sebelumnya kami melihat para murid kelelahan hingga tak jarang meminta untuk pulang,” ungkapnya.
Setelah diterapkannya jam tidur siang ini, kata Kiki, kemampuan para muridnya untuk berkonsentrasi justru meningkat, khususnya di sekolah yang menerapkan full day school.
“Alhamdulillah setelah beristirahat, konsentrasi para murid naik sehingga mampu menyerap pelajaran hingga sore,” tuturnya.
Kiki meyakini, adanya jam tidur siang membuat murid lebih bugar.
Adapun, para murid diwajibkan tidur selama satu jam ada pukul 13.00 hingga pukul 14.00 WIB di dalam kelas.
Mereka tidur bersama-sama beralaskan karpet dan bantal.
Ada pula seorang guru yang bertugas untuk mengawasi murid-murid yang terlelap.
Salah satu murid SD Muhammadiyah IV Sidoarjo, Kinanti mengatakan, tidur siang di sekolah ini membuat dirinya terasa lebih bugar.
Pada rilis Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 dijelaskan bahwa full day school artinya hari sekolah harus berlangsung 8 jam per hari.
Dimulai dari Senin sampai Jumat mulai pukul 06.45-15.30 WIB, dengan durasi istirahat setiap dua jam sekali.
Durasi KBM ini juga sesuai dengan Kurikulum Tahun 2013.


