Recently, Pernyataan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Sandiaga Uno, menarik perhatian masyarakat. Especially, para pecinta drama Korea (Drakor) dan musik Korea (K-Pop).
Pak Sandiaga Uno menghimbau masyarakat untuk mengurangi tontonan drakor dan lagu-lagu K-Pop, dan beralih ke tontonan drama Sunda dan musik koplo. Dengan begitu, Sandiaga berpendapat bahwa lima tahun ke depan karya Indonesia bisa compete dengan Korea Selatan.
Respon para K-Popers pun diluar ekspektasi. Instead of being angry, Mereka beramai-ramai mengedit lagu-lagu grup idola kesukaan mereka menjadi dangdut koplo. Lagu-lagu yang grup idol yang di edit seperti lagu-lagu BTS, NCT, Girls Generation, Treasure dan lainnya.
Mendengar lagu BTS “Permission to Dance” menjadi koplo, Sandiaga Uno kemudian memberikan respon melalui unggahan di sosial medianya. Ia meluruskan statement-nya mengenai mendengarkan lagu dangdut koplo
“Bukan berarti lagu luar di remix dangdut koplo ya guys (emot tertawa). Dangdut Koplo (D-Kop) yang asli ya Denny Caknan dan kawan-kawan dong,” Ujarnya.
Maksud dari pertanyaan Pak Sandi adalah bukan dengan remix lagu Korea menjadi luar dengan dangdut koplo. But instead, benar-benar mendengarkan lagu dangdut koplo yang asli .
Pak Sandi mempertegas bahwa dia tidak melarang masyarakat untuk untuk tidak mengkonsumsi lagu-lagu dan film Korea sama sekali. Tapi, Ia mengingatkan agar kita tidak lupa untuk terus support musisi lokal.
Gimana menurut kamu, Buzztie? Setuju?


