Pemerintah Indonesia membuat inovasi untuk mencapai target wisatawan mancanegara dengan pengajuan visa WNA yang akan berkunjung ke Indonesia direncanakan bisa melewati aplikasi atau platform serupa dengan TikTok.
Menparekraf Sandiaga Uno menyebutkan kalau inovasi harus terus dilakukan supaya target wisatawan mancanegara yang jumlahnya 7,4 juta bisa tercapai.
Regarding this plan, Sandiaga Uno has spoken with the Director General of Immigration at the Ministry of Law and Human Rights, Silmy Karim. Applications similar to TikTok for visa applications are mainly aimed at tourists from China.
“Karena tutorialnya kan bisa pakai TikTok mengenai e-VoA. Nah di ujungnya itu, kalau kita kerja sama dengan TikTok mungkin ada button yang bisa langsung (apply visa). Tiktok itu kan pakai AI (Artificial Intelligence) mem-profile kita, mungkin kerja sama dengan platform seperti itu akan memudahkan kunjungan, apalagi Tiktok menjadi aplikasi yang populer di Tiongkok,” kata Sandiaga.
Menparekraf juga akan menyampaikannya kepada Menteri China dalam pertemuan ASEAN Tourist Forum (ATF) yang berlangsung pekan ini. Inovasi ini terinspirasi dari pemerintah Arab Saudi.
Sandiaga Uno menyebut sudah banyak kebijakan yang memudahkan pelancong untuk datang dengan dukungan kebijakan imigrasi yang lebih longgar.
“Arab Saudi itu sekarang revolusioner. Dulu susah banget dapat visa ke Arab. Sekarang pakai aplikasi, apalagi kalau naik Saudi (maskapai Saudi)) gak perlu lagi, tinggal memperlihatkan boarding pass langsung lewat,” bebernya.
Meski demikian Sandi menyebut transformasi tidak bisa dilakukan secepat itu di Indonesia.


