Juru Bicara SMAN 1 Dramaga, Baitul Harahap, akhirnya angkat suara terkait video siswi yang diminta membuktikan sedang haid dengan membuka celana dalamnya viral di media sosial.
Ia menegaskan tidak semua narasi dalam video yang beredar itu benar. Menurut pengakuannya, guru yang bersangkutan hanya menanyakan apakah siswi tersebut sedang datang bulan atau tidak, karena khawatir para siswi tidak jujur agar tidak ikut salat Duha bersama.
“Sebenarnya ibu guru bersama temannya, alasan mereka kan khawatir berbohong. Sehingga harapan kita sebagai guru, agar siswa jujur. Anak-anak juga cuma ditanya, benar kamu datang bulan? Ya udah, langsung ke kelas,”
“Ketahuan anak-anaknya yang ikut salat masih sambil mendengar ceramah setelah salat Duha. Terus ketahuan tuh yang tidak pakai mukena dan seterusnya. Sehingga oleh ibu gurunya mau ngetes kejujuran anak-anak,” ucap Baitul, Rabu (21/09/2022).
Para siswi yang tidak salat kemudian dikumpulkan untuk ditanya apakah benar sedang datang bulan atau tidak. Pemeriksaan pun dilakukan oleh sesama siswi dan tidak ada proses membuka pakaian dalam murid.
“Itu juga diperiksa sama temannya juga, karena nggak mungkin diperiksa oleh ibu gurunya, karena terbatas juga ibu gurunya. Jadi hanya beberapa ibu guru yang ikut, jadi diperiksa dengan sesama temannya,”.
“Ibu gurunya juga menyampaikan mohon maaf ke… istilahnya orang Sunda dicabak (diraba) sedikit aja, ‘oh memang ada pembalut seperti itu.’ Jadi di belakang roknya itu kan kalau dicabak ada pembalut, oh benar, sedang datang bulan,” sambungnya.
Turns out, this action got a protest from one of the parents. Namun, Baitul mengklaim permasalahan sudah selesai dan pihaknya telah menyampaikan permintaan maaf kepada orang tua murid dan siswi tersebut.
“Hari Senin (18/9) sudah klarifikasi kasusnya dan sudah selesai. Disampaikan ke orang tua dan seterusnya. Sebenarnya tidak sama dengan yang sudah viral, tidak sejauh itu. Udah maaf-maafan juga,” imbuhnya.
Terkait hal ini, KPAD Kabupaten Bogor telah mendatangi SMAN 1 Dramaga untuk meminta konfirmasi.
“KPAD sudah melakukan kunjungan untuk konfirmasi dan klarifikasi terkait pemberitaan yang beredar di media tentang adanya kasus dugaan pemeriksaan celana dalam siswi yang sedang haid. Mereka mengungkapkan berita yang sudah beredar tersebut tidak sesuai dengan yang terjadi sebenarnya,” kata komisioner KPAD Kabupaten Bogor, Heni Rustiani, Rabu (21/09/2022).
Setelah mendapatkan penjelasan kejadian yang sebenarnya seperti yang diungkap juru bicara SMAN 1 Dramaga, KPAD menilai pihak sekolah cenderung tergesa-gesa dalam menangani permasalahan ini.
“Jadi kesimpulan yang kami dapatkan bahwa pihak sekolah melakukan tindakan tersebut secara spontan dan tanpa perencanaan sebelumnya. Sehingga tindakan yang diambil menjadi blunder. Walaupun tujuannya baik, kami tidak membenarkan cara tersebut dalam memastikan apakah siswi tersebut sedang haid atau tidak,” kata Heni.
What do you think, Buzztie?


