Sugianto (31) mungkin hanya seorang nelayan biasa asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat yang sedang bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Korea Selatan. Kehidupannya yang sederhana membuat namanya nyaris tak dikenal publik.
Sampai akhirnya, tragedi besar kebakaran hutan melanda Yeongdeok, Provinsi Gyeongsang Utara pada Maret 2025 lalu. Sugianto yang bekerja sebagai nelayan di perairan Korea Selatan berhasil menyelamatkan tujuh lansia yang terjebak di dalam rumah saat api membesar.
Tanpa memikirkan keselamatannya sendiri, ia membangunkan para lansia, menggendong yang tak mampu berjalan dan menuntun mereka ke tempat aman. Seluruh korban pun akhirnya selamat.
Atas keberaniannya itu, Sugianto diganjar penghargaan dari Presiden Korea Selatan. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk pengakuan tertinggi negara atas kontribusi kemanusiaan yang dilakukan Sugianto.
“Kan waktu pas tahun baru kemarin, ada acara apa gitu, terus saya diundang ke sana dan alhamdulillah dapat penghargaan, diakui lah sama negara orang,” kata Sugianto saat dihubungi lewat video call di rumahnya di Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung, Indramayu, Minggu (4/1).
Sugianto mengatakan, mendapat penghargaan dari Presiden Korea Selatan seperti mimpi. Ia sama sekali tidak menyangka hal itu. Apalagi dalam acara itu, Sugianto merupakan satu-satunya Warga Negara Indonesia (WNI) yang diberi penghargaan di tengah-tengah warga Korea Selatan lainnya. Jangankan penghargaan, bisa bertemu langsung dengan Presiden Korea Selatan pun merupakan hal yang tidak pernah ia duga sebelumnya.
“Gak nyangka. Sampai orang Koreanya juga ngomong walau mereka orang Korea susah kalau mau ketemu sama Presiden tuh,” kata dia.
Di sisi lain, kabar soal Sugianto yang mendapat penghargaan dari Presiden Korea Selatan juga ramai di perbincangkan di tanah air. Sugianto mengatakan, ia tidak menyangka hal tersebut bisa dialami oleh dirinya.
“Saya juga lihat di media sosial ramai banyak yang ngeposting, tapi alhamdulillah lah, semoga saja bisa menjadi inspirasi PMI lain dimana pun,” ujar Sugianto.
Selain penghargaan, pemerintah Korea Selatan diketahui juga mempertimbangkan pemberian visa jangka panjang (F-2) kepada Sugianto sebagai wujud apresiasi lanjutan. Sugianto mengatakan, saat ini ia masih bekerja sebagai nelayan di Korea Selatan. Tawaran kerja di tempat lain pun sebenarnya banyak berdatangan untuk dirinya, tapi Sugianto memilih tetap bekerja di tempatnya yang lama sebagai nelayan.
“Gimana ya, kalau sudah nyaman tuh ya gimana, sudah passionnya di sini, sudah nyaman saja di sini,” kata dia.
Ia menambahkan, bekerja di tempatnya sekarang sudah seperti rumah kedua baginya. Sugianto bahkan sudah menganggap bos hingga sesama karyawan di sana sebagai keluarganya sendiri.
Pada kesempatan itu, Sugianto juga menitip pesan kepada rekan sesama PMI di mana pun untuk tidak ragu menolong sesama walau orang yang ditolong berbeda negara. Menurutnya, sudah kewajiban sesama manusia untuk saling tolong menolong, tidak peduli orang yang ditolong itu berbeda bangsa atau bahasa.
Sugianto juga mengajak kepada semua PMI untuk menunjukkan bahwa WNI itu ramah dan senang menolong sesama. “Jadi intinya kita sudah seharusnya saling bantu, saling tolong menolong,” kata dia.


