Kasus kematian di tempat wisata karena selfie atau berswafoto bukan sekali dua kali. Bahkan, ada negara dengan destinasi wisatawan meninggal dunia karena selfie.
Studi itu dilakukan oleh The Barber Law Firm. Mereka menyusun daftar negara dengan insiden selfie terbanyak yang menyebabkan cedera hingga kematian selama rentang 2014 sampai 2025. Dalam laporan itu terungkap bahwa penyebab utama kematian yang menimpa wisatawan saat sedang selfie adalah karena terjatuh.
“Penelitian kami menyoroti tren yang meresahkan. Mengejar validasi media sosial benar-benar bisa mengorbankan nyawa. Foto yang sempurna sama sekali tidak sepadan dengan bahayanya,” kata pendiri dan pengacara utama The Barber Law Firm, Kris Barber, mengutip Travel and Leisure, Minggu (12/4).
Negara pertama yang paling banyak mencatat kasus kematian karena foto selfie adalah India. Kematian yang berkaitan dengan selfie di India mencapai 42,1 persen.
Bahkan, jumlah insiden akibat selfie yang tercatat di India sangat tinggi dan berbanding jauh dengan negara lain. Dari total 271 insiden selfie yang dilaporkan, sebanyak 214 di antaranya mengakibatkan kematian.
Penyebab utama kematian akibat berswafoto di India antara lain karena terjatuh dari ketinggian, tertabrak, hingga tenggelam.
Peringkat kedua ditempati Amerika Serikat (AS). Tercatat 45 insiden yang melibatkan selfie di Amerika Serikat. Sebanyak 37 di antaranya berujung kematian, sementara delapan sisanya menyebabkan cedera.
Berdasarkan penelitian Journal of Medical Internet Research 2023, terungkap penyebab utama insiden tersebut adalah karena jatuh dari tebing di destinasi perairan.
“Jatuh dari tepi tebing adalah penyebab paling umum kematian terkait selfie di Australia dan Amerika di lokasi akuatik. Wanita muda dan remaja perempuan yang paling banyak mengalami insiden tersebut,” tulis laporan tersebut.
Sementara Rusia mengambil tempat di posisi ketiga dalam daftar ini. Dari total 19 insiden yang disebabkan karena ambil swafoto, 18 di antaranya mengakibatkan kematian.
Kris Barber mengingatkan agar wisatawan tetap memprioritaskan keamanan saat berkunjung ke suatu tempat. Sangat penting untuk peka terhadap lingkungan sekitar dan menghindari spot berbahaya seperti pinggir tebing.
“Selalu ada alternatif yang lebih aman untuk mengabadikan momen indah tanpa menempatkan diri Anda dalam risiko,” kata Barber.


