Pihak Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mengusulkan supaya pemerintah membuat larangan mudik Lebaran 2023 menggunakan sepeda motor. Hal ini mengingat sepeda motor dinilai sebagai alat transportasi yang paling berisiko atau rentan. Data kecelakaan lalu lintas juga menunjukkan presentase terbesar terjadi pada jenis kendaraan sepeda motor yaitu sebesar 73 persen.
“MTI mengusulkan pelarangan mudik dengan menggunakan sepeda motor,” tulis pihak MTI melalui keterangan keterangan tertulisnya, Selasa (4/4/2023).
Lalu, untuk pemudik motor, MTI meminta pemerintah untuk menyediakan pengangkutan gratis ke tujuan dengan menggunakan kapal, kereta api, maupun truk yang pelaksanaannya bisa dipadukan dengan program mudik gratis.
“Untuk mendukung program itu, dilakukan operasi penyekatan dititik-titik tertentu pada jalur mudik sepeda motor,” jelasnya
Pemerintah juga harus menyediakan truk dan bus di lokasi pos penyekatan untuk mengangkutan para pemudik sepeda motor tersebut. Selain itu, pihak MTI juga mengusulkan pemberlakukan kenaikan tarif progresif pada masa angkutan lebaran Tahun 2023, dalam rentang H-7 hingga H+7 Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah. Hal tersebut dalam rangka menarik minat pemudik.
Baik pengguna jalan tol, bus, kereta api, kapal, maupun pesawat untuk menggunakan keberangkatan dan atau kepulangan pada masa-masa demand rendah. Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi sebanyak 123,8 juta orang akan melakukan mudik Lebaran 2023 atau Hari Rata Idul Fitri 1444 H.
Dari 123,8 juta orang itu, 20,3 persen di antaranya atau 25,13 juta orang diperkirakan mudik dengan sepeda motor. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau masyarakat tidak mudik menggunakan motor karena dinilai membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.
“Kami mengimbau masyarakat tidak menggunakan sepeda motor untuk mudik jarak jauh karena potensi terjadi kecelakaannya sangat tinggi,” kata Budi Karya dalam keterangannya, Selasa (14/3/2023).
Menurutnya, masyarakat bisa memanfaatkan program mudik gratis yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan.
“Selain penumpang, sepeda motornya juga akan kami angkut secara gratis, sehingga motornya bisa digunakan untuk bermobilitas di tempat tujuan,” ujar Budi.
What do you think, Buzztie?


