Proyek MRT Jakarta rute Timur–Barat fase 1 tahap 1 yang menghubungkan Tomang, Jakarta Barat hingga Medan Satria, Bekasi, akan mulai dibangun tahun depan. Jalur sepanjang 25 kilometer ini akan melintasi kawasan padat dan strategis di sisi timur dan barat ibu kota.
Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, menyebut pembangunan jalur tersebut tidak hanya berhenti di Tomang, tapi juga akan diperpanjang ke Kembangan. Pengerjaan proyek direncanakan menggunakan skema campuran antara jalur layang dan bawah tanah.
“Tahun depan kami melakukan konstruksi dari timur ke barat, Medan Satria sampai Tomang untuk selanjutnya diteruskan ke arah Kembangan. Ini kurang lebih sekitar 25 kilometer,” kata Tuhiyat dalam konferensi pers di Stasiun MRT Lebak Bulus, dikutip Jumat (25/7).
Tuhiyat menambahkan, target penyelesaian proyek MRT Timur–Barat ini adalah pada tahun 2032. Tetapi, ada kemungkinan proyek ini akan dioperasikan secara bertahap sembari konstruksi berlanjut.
Selain jalur utama Timur–Barat, MRT Jakarta juga tengah mempersiapkan rute baru yang menghubungkan kawasan Fatmawati dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Proyek sepanjang 11 kilometer ini akan sepenuhnya dibangun di bawah tanah dan memiliki 10 stasiun.
“Lalu ada wilayah outrange road selatan yang menghubungkan Fatmawati sampai Taman Mini. Ini fully underground, 11 kilometer dengan 10 stasiun,” ujarnya.
Dari sisi pengembangan ke luar Jakarta, Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta, Farchad Mahfud, menjelaskan bahwa jalur Timur–Barat juga akan diperpanjang hingga Balaraja, Banten. Rencana ini melibatkan pemerintah pusat dalam proses pendanaan dan koordinasi lintas wilayah.
“Jadi timur-barat ini kalau boleh dibilang Pemprov Banten ini yang paling banyak dapet perpanjangan jalur metro. MRT, yang timur-barat itu juga nanti ujungnya ke Banten, Balaraja. Namun demikian saya kira ini prosesnya akan lebih banyak di-drive di pemerintahan pusat, Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan untuk kelanjutan tentang pembiayaannya,” kata Farchad.
Soal durasi pembangunan, Farchad memperkirakan proyek ini membutuhkan waktu minimal empat tahun, tergantung kompleksitas medan. Jika jalurnya bawah tanah, proses bisa memakan waktu lebih lama karena aspek teknis yang lebih rumit.
“Minimal kalau pembangunan, di mana-mana ya, kalau pembangunan itu butuh waktu antara 4 tahunan kira-kira. Untuk pembangunannya itu sendiri ya, kalau underground mungkin lebih lama lagi,” pungkasnya.


