Beberapa waktu lalu, sempat beredar kabar di media sosial bahwa ada seorang perempuan yang dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) karena terlalu banyak mengonsumsi matcha. Hal ini cukup membuat ramai di kalangan netizen karena banyak yang belum mengetahui bahwa matcha memiliki efek samping yang cukup serius jika dikonsumsi dalam jumlah yang terlalu banyak.
Matcha sendiri kini sedang menjadi tren di kalangan anak muda. Banyak kafe matcha mulai muncul di tengah kota-kota besar. Uniknya, ada orang yang sangat menggemari matcha, ada pula segelintir orang yang justru tidak cocok dengan rasa khasnya.
Di tengah tren makanan dan minuman matcha, maka ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan. Sebab, di balik rasanya yang khas dan segelintir manfaat yang bisa kita rasakan, ada kandungan-kandungan zat seperti kafein yang perlu kita perhatikan pola konsumsinya.
Apa saja risiko penyakit yang mungkin terjadi jika mengonsumsi berlebihan dan bagaimana batas konsumsi yang dimaksud?
Dilansir dari Verywell Health, kandungan katekin dari matcha bisa menghambat penyerapan zat besi. Jadi, usahakan hindari minum minuman matcha setelah kamu makan supaya zat besi dalam makanan bisa terserap sempurna oleh tubuh.
Selain itu, matcha bisa membuat tekanan darah tinggi yang nantinya bisa berbahaya bagi kesehatan, serta mengarahkan kita pada risiko serangan jantung dan stroke. Jika dikonsumsi terlalu banyak, matcha juga dapat menimbulkan masalah pada organ hati.
Dalam kasus yang serius, sering mengonsumsi teh panas matcha bisa memicu kanker pada esofagus atau kerongkongan. Lalu, bagi kamu yang belum pernah konsumsi matcha sebelumnya, pastikan bahwa kamu tidak memiliki alergi terhadap matcha karena bahan ini juga bisa memberikan reaksi alergi pada orang-orang tertentu.


