Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh anak bangsa di kancah internasional. Dua mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas Indonesia, Shaquille Zaki Nathandra dan Quina Qaumitaquna Mirxela, berhasil mewakili Indonesia dan Asia Tenggara dalam ajang bergengsi Sony Future Filmmaker Awards 2025 yang digelar di Los Angeles, Amerika Serikat.
Keduanya berhasil masuk sebagai finalis kategori Non-Fiksi melalui film dokumenter berjudul Tanah Kitai (Our Land), yang merekam secara mendalam perjalanan Ekskursi 2024: Iban, sebuah studi lintas budaya dan lingkungan yang menyoroti kehidupan komunitas adat di wilayah Kalimantan.
Kompetisi film global ini menerima lebih dari 11.750 karya dari 158 negara, menjadikannya salah satu ajang perfilman paling kompetitif dan inklusif di dunia. Dari ribuan karya tersebut, film Tanah Kitai menjadi satu dari hanya 30 film yang terpilih sebagai finalis, dan yang lebih membanggakan, Shaquille dan Quina tercatat sebagai partisipan termuda sekaligus satu-satunya wakil Asia Tenggara yang berhasil menembus 10 besar dalam kategori Non-Fiksi.
Tanah Kitai secara harfiah berarti “Tanah Kita” dalam dialek lokal, menggambarkan keterikatan masyarakat Iban terhadap tanah, hutan, dan budaya yang diwariskan turun-temurun. Film ini tidak hanya menyajikan narasi visual yang memukau, tetapi juga menyampaikan pesan kuat tentang pelestarian lingkungan dan pentingnya keberlanjutan arsitektur komunitas.
“Ini bukan hanya tentang kami, ini tentang membawa suara dan kisah dari masyarakat lokal ke panggung global,” ujar Shaquille dalam wawancara singkat. Sementara itu, Quina menambahkan, “Kami ingin menunjukkan bahwa arsitektur bukan sekadar bangunan, tapi juga cerita, identitas, dan relasi manusia dengan ruang dan alam.”
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pendekatan lintas disiplin, antara asitektur, film dokumenter dan aktivisme sosial, mampu menciptakan karya yang tidak hanya estetik, tetapi juga bermakna dan berdampak. Film Tanah Kitai pun diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya dan peduli terhadap isu-isu keberlanjutan, budaya, dan identitas lokal.
Sony Future Filmmaker Awards merupakan ajang tahunan yang memberi platform bagi pembuat film muda dari seluruh dunia untuk menunjukkan karya inovatif mereka dan berjejaring dengan para profesional industri perfilman internasional.


