Puma, produsen sepatu olah raga, bakal mengakhiri sponsornya terhadap tim sepak bola nasional Israel tahun depan. Keputusan tersebut diklaim diambil sebelum serangan Hamas pada 7 Oktober, kata juru bicara perusahaan pakaian olahraga Jerman tersebut, Buzztie.
Di sisi lain, beberapa produk mengalami kerugian karena aksi terdampak aksi boikot, salah satunya Starbucks.
“Sementara dua tim nasional yang baru dikontrak – termasuk tim pernyataan baru – akan diumumkan akhir tahun ini dan pada tahun 2024, kontrak beberapa federasi seperti Serbia dan Israel akan berakhir pada tahun 2024,” kata juru bicara tersebut dalam pernyataan email, dikutip dari Reuters, Kamis (14/12).
Keputusan tersebut diambil pada tahun 2022 sebagai bagian dari “strategi lebih sedikit-lebih besar-lebih baik” Puma dan sejalan dengan jadwal reguler untuk merancang dan mengembangkan kaus tim, tambah juru bicara tersebut.
Financial Times pertama kali melaporkan keputusan tersebut. Gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS) yang dipimpin Palestina telah menyerukan boikot terhadap perusahaan pakaian olahraga tersebut sebelum serangan 7 Oktober atas sponsornya terhadap tim Israel.
Tapi, seruan boikot makin kuat dan meluas ke lebih banyak perusahaan dan produk setelah serangan militer Israel di Jalur Gaza sejak serangan mematikan Hamas di Israel selatan.
Sementara itu, Starbucks Corp, merasakan dampak yang cukup signifikan dari aksi boikot produk-produk yang mendukung Israel, sebagai solidaritas terhadap Palestina.


