Selama puluhan tahun, Dianne Odell hidup dengan paru-paru besi karena polio. Nahas, wanita asal Tennessee USA itu meninggal dunia karena mati listrik yang membuat alat yang menopangnya tidak berfungsi.
Dianne Odell mengidap polio pada usia tiga tahun dan menghabiskan hampir enam dekade di dalam paru-paru besi. Kelainan bentuk tulang belakang akibat penyakit tersebut menghalangi Dianne untuk menggunakan alat bantu pernapasan portabel yang lebih modern, Buzztie.
Meski nggak bisa hidup di luar batasan dari mesin itu, Dianne tetap teguh dalam mempertahankan semangat hidupnya.
Dia mencapai prestasi yang luar biasa, seperti mendapatkan ijazah sekolah menengah atas, mengikuti kursus perguruan tinggi, dan menyusun kisah anak-anak yang dibintangi oleh ‘bintang harapan’ bernama Blinky.
Bahkan sikap positifnya itu membuat Dianne dikagumi banyak orang. Frank McMeen, presiden West Tennessee Healthcare Foundation, memujinya sebagai orang yang sangat baik hati dan penuh perhatian, selalu memprioritaskan kesejahteraan orang-orang di sekitarnya.
“Saya memiliki kehidupan yang sangat baik, penuh dengan cinta, keluarga, dan keyakinan. Anda dapat membuat hidup menjadi baik atau Anda dapat menjadikannya buruk,” ucapnya dalam sebuah wawancara tahun 1994, dikutip dari Daily Star.
Dalam batasan paru-paru besinya, Dianne juga tetap bisa berinteraksi dengan pengunjung melalui cermin miring, mengoperasikan televisi melalui tabung tiup kecil, dan berkomunikasi melalui komputer yang diaktifkan dengan suara.
Tapi pada Mei 2008 di usia 61 tahun, hidup Dianne terhenti karena pemadaman listrik yang menghentikan aliran udara ke paru-parunya.
Segala upaya juga sudah dilakukan oleh anggota keluarga, termasuk upaya dengan generator darurat dan pompa tangan. Tapi, mereka tetap tidak dapat mempertahankan pernapasannya. Kekuatannya pernapasan Dianne memang sudah berkurang secara signifikan pada bulan-bulan sebelumnya.
“Kami melakukan semua yang kami bisa lakukan tetapi kami tidak bisa membuatnya tetap bernapas,” saudara ipar Dianne, Will Beyer.
“Dianne menjadi jauh lebih lemah selama beberapa bulan terakhir dan dia tidak memiliki kekuatan untuk melanjutkan. Semua orang tahu apa yang seharusnya kami lakukan. Itu tidak berhasil,” sambungnya lagi.


