Nama Theresa Kusumadjaja menjadi sorotan setelah tercatat sebagai perempuan Indonesia pertama yang masuk nominasi Grammy Awards. Ia memperoleh nominasi dalam kategori Best Music Video melalui video klip “So Be It” milik duo hip-hop Clipse.
Pencapaian tersebut menjadi catatan penting bagi talenta kreatif asal Indonesia di industri hiburan global. Meski ajang Grammy tahun ini sudah berlalu, kiprah Theresa tetap mendapat perhatian luas, terutama dari publik Tanah Air.
Theresa lahir di Surabaya sebelum kemudian pindah ke Amerika Serikat pada usia sembilan tahun. Dalam sejumlah wawancara, ia menceritakan latar belakang keluarganya yang penuh tantangan. Sang ibu merupakan imigran sekaligus orang tua tunggal yang membesarkan tiga anak tanpa dukungan keluarga besar maupun sumber daya finansial yang memadai.
Secara akademik, Theresa memiliki latar belakang pendidikan di bidang biokimia dan statistik. Tapi, ia memutuskan untuk meninggalkan jalur karier tersebut dan beralih ke industri kreatif. Keputusan itu membawanya ke New York, tempat ia mulai membangun karier sebagai produser foto dan video bersama saudara laki-lakinya.
Seiring waktu, Theresa terlibat dalam berbagai proyek dengan sejumlah musisi dan merek ternama. Ia pernah bekerja sama dengan artis seperti A$AP Rocky dan Frank Ocean, serta brand global di berbagai kampanye kreatif.
Kini, selain aktif di bidang produksi visual, Theresa juga berperan sebagai manajer bagi sejumlah artis di Amerika Serikat. Nominasi Grammy yang diraihnya dinilai sebagai tonggak penting perjalanan kariernya sekaligus bukti kontribusi talenta diaspora Indonesia di industri hiburan internasional.


