By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
NowbuzzNowbuzzNowbuzz
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Reading: Arsitek yang Memperluas Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Menolak Dibayar Upah
Share
Font ResizerAa
NowbuzzNowbuzz
Font ResizerAa
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Cari
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
© 2022 Nowbuzz. All Rights Reserved.
Nowbuzz > Lifestyle > Arsitek yang Memperluas Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Menolak Dibayar Upah

Arsitek yang Memperluas Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Menolak Dibayar Upah

Published July 8, 2024
934 Views
Share
5 Min Read
Sumber: Gambar hanya ilustrasi
SHARE

Kamal Ismail adalah sosok arsitek pemasang marmer di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram pada saat pemugaran besar-besaran pertama dilakukan mulai tahun 1926. Ide dari Kamal Ismail untuk memasang lantai marmer tentu sangat membantu jamaah yang beribadah hingga hari ini. Ternyata di balik jasanya itu, Kamal Ismail menolak bayaran dari pemerintah Arab Saudi.

Arsitek asal Mesir yang lahir pada 1908 ini dipilih oleh mendiang Raja Fahd dari Arab Saudi untuk mengawasi perluasan Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Melansir dari Nigerian Tracker, Raja Fahd dan Perusahaan Bin Laden sudah menawarkan sejumlah upah yang besar, namun dia menolaknya.

“Mengapa saya harus menerima uang (untuk pekerjaan saya) di dua masjid suci? Bagaimana saya menghadap Allah (di hari kiamat?),” kata Kamal Ismail seperti yang dikutip pada Rabu (12/6).

Arsitek ini adalah seorang mualaf yang telah meraih 3 gelar doktor dari perguruan tinggi di Eropa. Bahkan sejak duduk di bangku sekolah dia sudah terkenal jenius dan disebut sebagai lulusan tercepat di angkatannya.

Awal mula dia Kamal Ismail memasang lantai marmer di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram agar jamaah yang salat, tawaf, atau berjalan di dalamnya tidak merasa kepanasan. Seperti yang diketahui, saat memasuki Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, jamaah dianjurkan untuk melepas alas kaki.

Kamal Ismail dipercaya oleh pemerintah Arab Saudi untuk yang mendesain teknik perencanaan dan mengawasi proyek pemugaran Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Dia berhasil mendapatkan stok marmer yang cukup untuk Masjidil Haram dari perusahaan Yunani yang berlokasi di sebuah gunung kecil. Kemudian, 15 tahun berselang, pemerintah Arab Saudi meminta Kamal Ismail untuk melapisi lantai Masjid Nabawi dengan marmer yang sama.

Kamal Ismail pun kembali ke produsen yang sama. Pada saat itu, marmer sulit ditemukan sehingga untuk mendapatkan kualitas yang sama, dia memutuskan untuk kembali ke Yunani.

“Ketika Raja meminta untuk menutupi Masjid Nabawi juga dengan marmer yang sama, saya menjadi sangat bingung karena hanya ada satu tempat di bumi untuk mendapatkan marmer jenis ini, yaitu Yunani, dan saya sudah membeli setengahnya (stok),” ujar Kamal Ismail.

Sayangnya, saat kembali ke sana stok marmer yang dia cari sudah habis. Kamal Ismail meninggalkan kantor penjual Marmer tersebut dengan tangan kosong. Saat perjalanan meninggalkan kantor tersebut, dia bertemu dengan sekretaris kantor. 

Dia kembali menanyakan keberadaan orang yang membeli sisa jumlah marmer kepadanya. Sekretaris mengatakan sulit untuk mencari data pembeli tersebut karena sudah 15 tahun berlalu. Namun, karena Kamal Ismail meminta untuk dicarikan, dia berjanji akan mencarinya. Kamal Ismail memberikan alamat dan nomor hotelnya serta berjanji akan mengunjungi sekretaris tersebut keesokan harinya.

Setelah itu, Kamal Ismail menyadari satu hal, mengapa dia ingin mengetahui siapa pembeli marmer putih yang menghabiskan stock tersebut. Sementara yang dia butuhkan adalah stok lantai marmer.

Di tengah keheranannya, keesokan harinya, beberapa jam sebelum berangkat ke bandara, Kamal Ismail mendapat telepon dari sekretaris itu. Dia mengatakan menemukan alamat pembeli marmer yang dicari olehnya.

Kamal Ismail bergegas ke kantor sembari memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan alamat pembeli ini. Ketika dia melihat alamat pembeli marmer tersebut dia terkejut karena pembeli tersebut adalah perusahaan yang berada di Arab Saudi.

Kamal Ismail kembali ke Arab Saudi pada hari yang sama. Sesampainya di sana, dia langsung mengunjungi perusahaan tersebut dan bertemu dengan direktur admin di sana. Dia menanyakan keberadaan marmer yang mereka beli 15 tahun lalu digunakan untuk apa.

Direktur tersebut pada awalnya mengaku tidak ingat marmer tersebut berada dimana. Setelah menghubungi ruang stok perusahaan, ternyata marmer tersebut tidak digunakan untuk apa pun, tersimpan rapi di gudang mereka dengan jumlah yang diperlukan oleh Kamal Ismail untuk Masjid Nabawi.

Seketika Kamal Ismail menangis dan menceritakan tujuannya mencari marmer tersebut hingga bisa bertemu dengan direktur perusahaan tersebut. Kamal Ismail pun menyodorkan cek kosong untuk diisi harga jual marmer tersebut.

Akan tetapi, direktur perusahaan tersebut menolak untuk mengisi cek tersebut setelah tau marmer itu akan digunakan di Masjid Nabawi. Dia memberikan semua marmer tersebut secara sukarela kepada Kamal Ismail.

You Might Also Like

Jurnalis Argentina Klaim Messi Cuma Main di China & Tak Ikut ke Indonesia

BTS ARMY Indonesia Galang Dana 1,02M untuk Palestina dalam 4 Hari

LEGO Ciptakan Sandal untuk Lindungi Kaki dari Kepingan LEGO yang Berserakan

Kolaborasi WRP dan Raysha Dinar Kemal Gani Hadirkan Lukisan Eksklusif untuk Bingkisan Idul Fitri 1446 H

Kini Instagram Punya Fitur Pengawasan Orang Tua

TAGGED:Arsitekmasjid nabawimasjidil haram
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Joki “Strava” Buka Jasa Berlari Sesuai Pesanan
Next Article Bocah SD Tinggi 2 Meter Gabung ke PERBASI
Leave a review Leave a review

Leave a Review Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please select a rating!

Berita Terbaru

National
LIXIL Membuka Perspektif Baru Cara Mendesain Ruang Hidup yang Lebih Baik dan Berkelanjutan
April 29, 2026
711 Views
Internasional
Green River College Hadirkan Hunian Modern dan Sistem Keamanan Terpadu
April 25, 2026
710 Views
National
23 Juta Jam Kerja Aman Tanpa Kecelakaan, PT Tracon Industri Memperkuat Implementasi HSE Berstandar Internasional
April 23, 2026
724 Views
Lifestyle
LIXIL Pimpin dan Fasilitasi Kolaborasi Lintas Sektor untuk Wujudkan Kualitas Ruang Hidup yang Lebih Baik
April 15, 2026
750 Views
Lifestyle
Green River College, Mengenal Jalur College dan Akses Transfer ke Universitas Top AS
April 6, 2026
760 Views
Uncategorized
Indonesia Sambut Baik Palestina Bentuk Kantor Penghubung untuk Board of Peace
March 30, 2026
727 Views
National
Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 18 Maret
March 30, 2026
755 Views
Lifestyle
Malaysia Tetapkan Durian Musang King sebagai Indikasi Geografis, Negara Lain Tidak Boleh Pakai Nama Ini
March 30, 2026
757 Views
Internasional
Harga Minyak Mentah Dunia Naik Sekitar 5%
March 30, 2026
735 Views
National
XXI Dapat Pendapatan Rp 5,9 Triliun Pada 2025, Ditopang Film Jumbo
March 30, 2026
726 Views
Show More

Berita Populer

Entertainment
Ariel Noah & Enda Gitaris Ungu Ramaikan Konser di Sarinah
August 31, 2022
2.2k Views
Lifestyle
Apple luncurkan Iphone 14 7 September 2022
August 30, 2022
1.5k Views
National
Viral Grup Facebook Berisi Foto Wanita Penerima Paket dari Kurir
December 14, 2023
2.1k Views
National
Ditolak SPBU, karena beli bensin pakai rupiah baru
August 30, 2022
1.4k Views
Entertainment
5 Film Trilogi Indonesia di Disney+ Hotstar, Drama hingga Horor
August 23, 2022
1.3k Views

Baca berita lainnya

Lifestyle

Tokopedia dan Shopee akan Naikkan Biaya Layanan Per Mei 2023

May 3, 2023
Lifestyle

Layanan Windows 7 dan 8 Dihentikan per 10 Januari 2023

January 5, 2023
Lifestyle

Brand Fashion Paris Rilis Desain T-Shirt Corak Noda Keringat

August 5, 2024
Lifestyle

Logo Baru Twitter Blue Dikritik Jelek Banget!

December 14, 2022

© 2022 Nowbuzz.co.id. All Rights Reserved

nowbuzz_logo
Selamat Datang Kembali!

Masuk ke akun anda

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up