By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
NowbuzzNowbuzzNowbuzz
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Reading: Arsitek yang Memperluas Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Menolak Dibayar Upah
Share
Font ResizerAa
NowbuzzNowbuzz
Font ResizerAa
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Cari
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
© 2022 Nowbuzz. All Rights Reserved.
Nowbuzz > Lifestyle > Arsitek yang Memperluas Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Menolak Dibayar Upah

Arsitek yang Memperluas Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Menolak Dibayar Upah

Published July 8, 2024
952 Views
Share
5 Min Read
Sumber: Gambar hanya ilustrasi
SHARE

Kamal Ismail adalah sosok arsitek pemasang marmer di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram pada saat pemugaran besar-besaran pertama dilakukan mulai tahun 1926. Ide dari Kamal Ismail untuk memasang lantai marmer tentu sangat membantu jamaah yang beribadah hingga hari ini. Ternyata di balik jasanya itu, Kamal Ismail menolak bayaran dari pemerintah Arab Saudi.

Arsitek asal Mesir yang lahir pada 1908 ini dipilih oleh mendiang Raja Fahd dari Arab Saudi untuk mengawasi perluasan Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Melansir dari Nigerian Tracker, Raja Fahd dan Perusahaan Bin Laden sudah menawarkan sejumlah upah yang besar, namun dia menolaknya.

“Mengapa saya harus menerima uang (untuk pekerjaan saya) di dua masjid suci? Bagaimana saya menghadap Allah (di hari kiamat?),” kata Kamal Ismail seperti yang dikutip pada Rabu (12/6).

Arsitek ini adalah seorang mualaf yang telah meraih 3 gelar doktor dari perguruan tinggi di Eropa. Bahkan sejak duduk di bangku sekolah dia sudah terkenal jenius dan disebut sebagai lulusan tercepat di angkatannya.

Awal mula dia Kamal Ismail memasang lantai marmer di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram agar jamaah yang salat, tawaf, atau berjalan di dalamnya tidak merasa kepanasan. Seperti yang diketahui, saat memasuki Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, jamaah dianjurkan untuk melepas alas kaki.

Kamal Ismail dipercaya oleh pemerintah Arab Saudi untuk yang mendesain teknik perencanaan dan mengawasi proyek pemugaran Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Dia berhasil mendapatkan stok marmer yang cukup untuk Masjidil Haram dari perusahaan Yunani yang berlokasi di sebuah gunung kecil. Kemudian, 15 tahun berselang, pemerintah Arab Saudi meminta Kamal Ismail untuk melapisi lantai Masjid Nabawi dengan marmer yang sama.

Kamal Ismail pun kembali ke produsen yang sama. Pada saat itu, marmer sulit ditemukan sehingga untuk mendapatkan kualitas yang sama, dia memutuskan untuk kembali ke Yunani.

“Ketika Raja meminta untuk menutupi Masjid Nabawi juga dengan marmer yang sama, saya menjadi sangat bingung karena hanya ada satu tempat di bumi untuk mendapatkan marmer jenis ini, yaitu Yunani, dan saya sudah membeli setengahnya (stok),” ujar Kamal Ismail.

Sayangnya, saat kembali ke sana stok marmer yang dia cari sudah habis. Kamal Ismail meninggalkan kantor penjual Marmer tersebut dengan tangan kosong. Saat perjalanan meninggalkan kantor tersebut, dia bertemu dengan sekretaris kantor. 

Dia kembali menanyakan keberadaan orang yang membeli sisa jumlah marmer kepadanya. Sekretaris mengatakan sulit untuk mencari data pembeli tersebut karena sudah 15 tahun berlalu. Namun, karena Kamal Ismail meminta untuk dicarikan, dia berjanji akan mencarinya. Kamal Ismail memberikan alamat dan nomor hotelnya serta berjanji akan mengunjungi sekretaris tersebut keesokan harinya.

Setelah itu, Kamal Ismail menyadari satu hal, mengapa dia ingin mengetahui siapa pembeli marmer putih yang menghabiskan stock tersebut. Sementara yang dia butuhkan adalah stok lantai marmer.

Di tengah keheranannya, keesokan harinya, beberapa jam sebelum berangkat ke bandara, Kamal Ismail mendapat telepon dari sekretaris itu. Dia mengatakan menemukan alamat pembeli marmer yang dicari olehnya.

Kamal Ismail bergegas ke kantor sembari memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan alamat pembeli ini. Ketika dia melihat alamat pembeli marmer tersebut dia terkejut karena pembeli tersebut adalah perusahaan yang berada di Arab Saudi.

Kamal Ismail kembali ke Arab Saudi pada hari yang sama. Sesampainya di sana, dia langsung mengunjungi perusahaan tersebut dan bertemu dengan direktur admin di sana. Dia menanyakan keberadaan marmer yang mereka beli 15 tahun lalu digunakan untuk apa.

Direktur tersebut pada awalnya mengaku tidak ingat marmer tersebut berada dimana. Setelah menghubungi ruang stok perusahaan, ternyata marmer tersebut tidak digunakan untuk apa pun, tersimpan rapi di gudang mereka dengan jumlah yang diperlukan oleh Kamal Ismail untuk Masjid Nabawi.

Seketika Kamal Ismail menangis dan menceritakan tujuannya mencari marmer tersebut hingga bisa bertemu dengan direktur perusahaan tersebut. Kamal Ismail pun menyodorkan cek kosong untuk diisi harga jual marmer tersebut.

Akan tetapi, direktur perusahaan tersebut menolak untuk mengisi cek tersebut setelah tau marmer itu akan digunakan di Masjid Nabawi. Dia memberikan semua marmer tersebut secara sukarela kepada Kamal Ismail.

You Might Also Like

Waspada! Ada Virus Trojan di iPhone yang Bisa Curi Face ID dan Rekening Bank

Elon Musk Uji Tanam Chip di Otak Manusia

Apple Resmi akan Keluarkan iPhone 17

Band Reality Club Mundur dari Festival Musik Karena AS Sponsori Israel

Kidult : Orang Dewasa yang Beli Mainan Anak-anak

TAGGED:Arsitekmasjid nabawimasjidil haram
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Joki “Strava” Buka Jasa Berlari Sesuai Pesanan
Next Article Bocah SD Tinggi 2 Meter Gabung ke PERBASI
Leave a review Leave a review

Leave a Review Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please select a rating!

Berita Terbaru

TANDA PENGENAL BIRU
LifestyleNational
SUNNY KIDS LUNCURKAN TANDA PENGENAL BIRU (BANTUAN INKLUSIF DI RUANG UMUM), DORONG RUANG PUBLIK YANG LEBIIH INKLUSIF DAN PENUH EMPATI
June 5, 2026
104 Views
Internasional
LIXIL Kembali Gelar LADC 2026: Kompetisi Bergengsi Arsitektur Indonesia
May 23, 2026
94 Views
Lifestyle
Definisi Baru Kemewahan Kamar Mandi: LIXIL Hadirkan Showroom Manzio @313 di Surabaya
May 21, 2026
759 Views
Lifestyle
A-Level & IGCSE di UK dan Ireland Jadi Jalur Favorit Siswa Indonesia Menuju Kedokteran Hingga Seni di Kampus Top Dunia
May 13, 2026
870 Views
Lifestyle
Solusi Tekanan Air Rendah: WizFlo Hand Shower dari American Standard
May 11, 2026
96 Views
Internasional
Harga LPG Non Subsidi Kembali Alami Kenaikan
May 6, 2026
761 Views
National
Siap-siap, Kendaraan Listrik akan Dikenakan Pajak
May 6, 2026
747 Views
Internasional
Inggris Resmi Setujui RUU yang Larang Penjualan Rokok untuk Generasi 2009 ke Atas
May 6, 2026
741 Views
National
UU PPRT Resmi Disahkan, Kini Pekerja Rumah Tangga dapat Perlindungan Hukum dan Jaminan Sosial
May 6, 2026
760 Views
Lifestyle
Hammersonic Fest Resmi Jadi Private Festival, Tiket akan Di-Refund 100%
May 6, 2026
740 Views
Show More

Berita Populer

Entertainment
Ariel Noah & Enda Gitaris Ungu Ramaikan Konser di Sarinah
August 31, 2022
2.2k Views
Lifestyle
Apple luncurkan Iphone 14 7 September 2022
August 30, 2022
1.5k Views
National
Ditolak SPBU, karena beli bensin pakai rupiah baru
August 30, 2022
1.5k Views
National
Viral Grup Facebook Berisi Foto Wanita Penerima Paket dari Kurir
December 14, 2023
2.1k Views
Entertainment
5 Film Trilogi Indonesia di Disney+ Hotstar, Drama hingga Horor
August 23, 2022
1.4k Views

Baca berita lainnya

Lifestyle

Ulang Tahun ke-40 Ronaldo dapat Hadiah Patung Raksasa Dirinya di Times Square

February 13, 2025
Lifestyle

App Store Resmi Mendukung Metode Pembayaran dengan ShopeePay

March 17, 2023
Lifestyle

Kontroversi Gelar Doktor yang Didapatkan Raffi Ahmad

October 4, 2024
Lifestyle

Tokopedia dan Shopee akan Naikkan Biaya Layanan Per Mei 2023

May 3, 2023

© 2022 Nowbuzz.co.id. All Rights Reserved

nowbuzz_logo
Selamat Datang Kembali!

Masuk ke akun anda

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up