Sosok Rayyan Arkan Dikha atau akrab disapa Dika, kembali menyita perhatian publik. Bocah berusia 11 tahun ini tak hanya membuat bangga keluarga dan daerah asalnya, tetapi juga berhasil memukau Gubernur Riau, Abdul Wahid, berkat perannya yang unik dalam tradisi Pacu Jalur.
Di halaman Kantor Gubernur Riau, Selasa (8/7), Dika menerima penghargaan sebagai Duta Pariwisata Riau. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Gubernur sebagai bentuk apresiasi atas peran Dika dalam mempromosikan budaya daerah lewat aksi tarian khasnya di atas perahu jalur yang sempat viral di media sosial.
“Ini luar biasa, Dika adalah representasi bahwa budaya kita tetap hidup dan berdenyut di jiwa anak-anak muda. Ia bukan hanya viral, tapi juga membawa semangat baru untuk tradisi Pacu Jalur,” kata Gubernur Wahid saat memberikan sambutan.
Dika dikenal sebagai Onjai, sebutan untuk penari tradisional yang berdiri di ujung perahu jalur. Ia menari dengan lincah dan penuh semangat, bahkan di atas perahu yang berguncang kencang karena didayung belasan orang. Bukan hal mudah, tapi Dika mengaku sudah berlatih secara otodidak sejak usia 9 tahun.
“Awalnya memang susah, terutama menjaga keseimbangan. Tapi saya belajar sendiri dan terus mencoba,” ujar Dika.
Menariknya, meski kini dikenal publik dan sudah menyandang status Duta Pariwisata, Dika tetap sederhana. Ketika ditanya tentang masa depannya, ia menjawab, “Saya ingin tetap menari untuk Pacu Jalur. Tapi kalau bisa, suatu hari saya mau jadi tentara atau Gubernur juga,” ucapnya, disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.
Pemprov Riau pun tak tinggal diam. Sebagai bentuk dukungan, Dika diberikan beasiswa pendidikan. Pemerintah berharap langkah ini bisa menginspirasi anak-anak lain agar bangga dengan budaya lokal dan ikut melestarikannya.
“Semoga akan lahir Dika-Dika lainnya di Riau yang mampu membawa budaya kita sampai ke panggung dunia,” ujar Gubernur Wahid.
Kisah Dika menjadi bukti bahwa tradisi dan teknologi bisa berjalan seiring. Dari desa kecil di Riau hingga ruang audiensi Gubernur, semangat Dika menari di atas perahu menjadi simbol bahwa budaya hidup, berkembang, dan bisa mendunia.


