Dua astronot Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) terjebak di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), di kapsul Starliner milik Boeing. Mereka belum mendapat tanggal kepulangan resmi karena adanya masalah teknis pada pesawat antariksa.
Mengutip laman The Guardian, pilot uji, Butch Wilmore dan Sunita Williams pertama kali berangkat pada awal Juni dalam misi uji yang seharusnya berlangsung sekitar seminggu. Tapi, pelepasan kapsul tertunda karena pendorong yang rusak dan kebocoran helium kecil yang menimbulkan masalah keselamatan.
Beberapa waktu yang lalu, juru bicara Boeing mengatakan kebocoran helium dan sebagian besar masalah pendorong dalam keadaan stabil dan tidak menjadi masalah untuk misi pulang.
“Empat dari lima pendorong yang sebelumnya mati kini beroperasi normal. Ini berarti hanya satu dari 27 pendorong yang saat ini tidak berfungsi. Ini tidak menjadi masalah untuk misi kembali,” kata juru bicara saat itu.
Pejabat NASA dan Boeing mengatakan kalau para astronot tidak terdampar dan kesulitan teknis tidak mengancam misi tersebut.
Awal bulan ini, agensi antariksa Amerika Serikat itu mengumumkan pihaknya masih melakukan pengujian untuk memastikan kapsul tersebut berfungsi sebagaimana mestinya dan mengatakan, meskipun mereka yakin pesawat itu akan aman untuk evakuasi darurat, manajer misi belum siap menjadwalkan keberangkatannya, Buzztie.
Minggu kemarin, pejabat NASA dan Boeing mengatakan mereka belum siap mengumumkan tanggal kembali dan pilot akan tetap berada di ISS sampai para teknisi selesai mengerjakan dan memeriksa masalah pada kapsul tersebut.
“Kami akan pulang saat kami siap. Opsi cadangan sedang ditinjau, termasuk menggunakan kapsul lain untuk membawa para astronot pulang dengan selamat, yang menjadi prioritas utama,” kata Steve Stich, Manajer Program Kru Komersial NASA.
Menurut NASA, para teknisi baru-baru ini menyelesaikan pengujian pada pendorong cadangan di gurun New Mexico, yang akan diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui apa yang salah. Para pejabat mengatakan kalau masalah itu sepertinya disebabkan oleh segel yang rusak, namun diperlukan analisis lebih lanjut.
Ini bukan pertama kalinya misi Starliner, yang pertama kalinya membawa awak ke luar angkasa, menghadapi masalah teknis. Misi NASA-Boeing ini juga mengalami kesulitan sebelum peluncurannya, termasuk masalah dengan pendorong kontrol reaksi dan kebocoran helium, yang menunda keberangkatannya.


