Kejadian pemerkosaan di Medan bikin miris nih Buzztie. Bayangkan, korbannya perempuan 12 tahun.
Korban berinisal J itu menjadi korban pemerkosaan orang-orang terdekat selama bertahun-tahun. Bahkan, sampai terjangkit HIV. So sad!
Hidup J pelik Buzztie. Sejak usia 7 tahun, ibu dan ayahnya berpisah. Then, J tinggal bersama sang ibu di Medan.
Nah, di rumah ibunya, J tinggal bersama pacar ibunya berinisial B. Ketika sang ibu bekerja pada malam hari, J hanya tinggal bersama B.
Nahasnya nih, B menjadi pelaku pelecehan pertama terhadap J. Cih!
Ngga berhenti di situ Buzztie. J harus kehilangan ibunya dan kemudian dirawat oleh ayahnya. Di sana, J tinggal bersama nenek dan adik neneknya, pria berinisal CA.
But, then and again, J kembali menjadi korban pencabulan. Kali ini, pelakunya ialah CA. Atas kejadian itu, CA sempat diusir, sedangkan sang ayah lari dari rumah.
In short, J diajak sang nenek kembali ke Medan after tinggal di Palembang untuk menjauh dari sang ayah.
Sekembali ke Medan, J tinggal bersama anak dari kakak neneknya, perempuan berinisial A, about two years until 2021.
Alih-alih akan hidup nyaman karena dirawat perempuan, ternyata nasib nahas kembali menimpa J. Dia kali ini menjadi korban human trafficking.
A diduga merupakan mucikari. Saat memberikan keterangan kepada kepolisian, J mengaku sempat diajak A bertemu seorang pria. Setelah melayani sang pria, J diberi uang Rp300 ribu.
Not only korban prostitusi, but also J mendapat perlakuan kasar dan kekerasan seksual selama tinggal di rumah A.
Pelaku kekerasan seksual terhadap J tak lain ialah suami dari A berinisial Al. J pernah ditelanjangi oleh Al karena dituduh mencuri. Duh!
At the end, J bisa lepas dari jerat A dan pindah ke rumah teman neneknya berinisial AY. But, baru tiga bulan di rumah AY, J sakit dan ngga sembuh-sembuh nih.
After medical check-up, J didiagnosa positif HIV. Very sad.
Now, J menjalani perawatan intensif di RSUP H Adam Malik Medan. Meanwhile, kasus J telah dilaporkan ke Polrestabes Medan dan mendapat pendamping hukum.


