Kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo mendadak menjadi sorotan publik setelah muncul penamaan tak biasa di Google Maps.
Rumah yang beralamat di Jalan Kutai Utara No. 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, itu kini dilabeli dengan nama “Tembok Ratapan Solo.”
Fenomena ini turut menyita perhatian sastrawan dan penulis Okky Madasari. Melalui akun X miliknya pada 16 Februari, Okky mengungkapkan keterkejutannya karena penamaan tersebut dianggap sangat mirip dengan cerpen fiksi yang pernah ia tulis.
“Ya ampun, ini kenapa jadi persis cerpen FIKSI yang aku tulis setahun lalu. Serius woy, pembisiknya siapa deh. Baca nih cerpennya Mulyono Mengigau,” tulis Okky Madasari.
Ia menambahkan, cerpen tersebut ditulis pada Agustus 2024, saat Jokowi masih menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
“Tepatnya aku tulis Agustus 2024, masih menjabat,” imbuhnya.
Label “Tembok Ratapan Solo” tercantum tepat di titik lokasi rumah pribadi Jokowi di Jalan Kutai Utara No. 1, Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah.
Alamat ini memang dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga, dengan penanda gang bertuliskan Gg Kutai Utara No. 1 di bagian depan rumah.
Perlu diketahui, penamaan lokasi di Google Maps dapat dilakukan oleh pengguna melalui fitur kontribusi publik.
Karena itu, nama atau label lokasi bisa muncul, berubah, atau dihapus sewaktu-waktu, bergantung pada proses verifikasi dan kebijakan platform.
Istilah “Tembok Ratapan Solo” semakin ramai diperbincangkan setelah sejumlah video beredar di media sosial. Video-video tersebut memperlihatkan aktivitas warga di depan rumah Jokowi.
Salah satu video yang viral menampilkan seorang pria berdiri di depan gerbang sambil memegang tembok rumah, seolah sedang meratap.
Video lainnya memperlihatkan sekelompok orang duduk bersila dan melakukan tahlilan di depan kediaman tersebut.
Rekaman itu diunggah oleh akun X milik kader Partai Kebangkitan Bangsa, Umar Hasibuan, pada Jumat (13/2). Dalam unggahannya, rombongan tersebut disebut berasal dari Brebes.
“Astaghfirullah. Makin aneh sj org2 yg dukung jkw ini. Tahlilan utk apa? Dan knp dilakukan di jalan rmh jkw? Ada apa dgn mrk ini?” tulis Umar.
Unggahan-unggahan tersebut memicu perdebatan panas di kalangan warganet. Banyak pihak menduga, viralnya video dan diskusi di media sosial inilah yang turut mendorong cepatnya penyebaran nama “Tembok Ratapan Solo” hingga muncul di Google Maps.


