Jakarta Fair atau PRJ pada Jumat, 27 Juni 2025, mungkin akan jadi pengalaman yang tak terlupakan, bukan karena kemeriahan acaranya, melainkan karena macetnya.
Di tengah momen long weekend, ribuan orang memadati area JIExpo Kemayoran untuk menikmati pesta rakyat tahunan.
Tetapi, sebagian besar justru “terjebak pesta” di dalam mobil selama berjam-jam. Bukan tanpa sebab. Membludaknya jumlah pengunjung sejak siang hari membuat arus lalu lintas di dalam dan sekitar area PRJ lumpuh total.
Kapasitas parkiran di dalam kawasan PRJ sudah tidak lagi mencukupi dan tak sebanding dengan jumlah pengunjung, sementara parkir liar menjamur di hampir setiap sisi jalan.
Hasilnya, ribuan kendaraan pribadi seperti motor terkhususnya mobil tak bisa bergerak, bahkan hanya untuk keluar dari tempat parkir membutuhkan waktu berjam-jam.
“Kami datang pagi masih lenggang. Tapi pas mau pulang sekitar jam 3 sore, udah penuh banget. Mobil kami terjebak di parkiran sampai lima sampai enam jam,” ujar Darini, salah satu pengunjung yang datang bersama keluarga.
Menurut Darini, kemacetan bukan hanya terjadi di jalan raya, tetapi sudah masuk ke area dalam PRJ, tepatnya di titik-titik parkir yang semrawut.
“Nggak ada petugas yang bantu arahkan juga. Jadi semua orang bingung dan saling serobot jalan,” imbuhnya.
Hal senada diungkap Abdul, salah satu tukang parkir yang biasa berjaga di area PRJ. Ia menyebut bahwa kemacetan sudah tidak terhindarkan sejak Jumat sore.
“Ini sudah jauh melebihi kapasitas. Dari sore sampai malam, mobil dan motor numpuk, enggak karuan,” ungkapnya.
Saking parahnya kondisi lalu lintas di sekitar JIExpo, para pengunjung meluapkan keluh kesah mereka di media sosial.
Komentar-komentar bernada frustrasi berseliweran di Instagram, menggambarkan betapa kacaunya situasi kala itu.


