Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan revisi desain kompleks yudikatif dan legislatif di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo mengatakan, Prabowo meminta tim desain untuk melakukan studi banding ke tiga negara, yaitu Mesir, Turki, dan India, untuk mendapatkan inspirasi yang sesuai dengan karakteristik Indonesia.
“Pada rapat terakhir dengan Pak Prabowo, meminta studi banding ke tiga negara, yaitu Mesir, Turki, dan India,” kata Dody.
Dody juga mengatakan, Presiden Prabowo menilai desain bangunan di ketiga negara tersebut memiliki kemiripan dengan pola arsitektur Indonesia. Oleh karena itu, studi banding ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru dalam merancang gedung-gedung pemerintahan di IKN, Buzztie.
“Pada saat beliau ke sana, kantor-kantor yudikatif dan legislatifnya, menurut dia punya karakter yang mirip-mirip dengan di Indonesia. Dari situ, tim nanti akan merekonstruksi gambarnya dan akan disampaikan ke presiden lagi,” tambah Dody.
Setelah studi banding dilakukan, tim desain yang dipimpin oleh Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti, akan merekonstruksi gambar dan menyampaikan hasilnya kepada Presiden Prabowo untuk mendapatkan persetujuan lebih lanjut.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan bahwa desain IKN mencerminkan identitas nasional sekaligus mengadopsi elemen-elemen arsitektur yang relevan dari negara lain.


