Sebuah sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Blitar menjadi sorotan publik setelah video bangunannya viral di media sosial. Desain gedung yang modern membuat banyak warganet sekilas mengira bangunan tersebut adalah stadion sepak bola kelas dunia.
Bangunan yang dimaksud adalah SMK PGRI Wlingi, Blitar. Keunikan utamanya terletak pada atap gedung yang dapat dibuka dan ditutup secara otomatis, mengusung konsep retractable roof seperti yang biasa diterapkan pada stadion-stadion modern di Eropa.
Tak sedikit netizen menyamakan tampilannya dengan Santiago Bernabéu Stadium, markas klub raksasa Spanyol Real Madrid. Konsep serupa juga sering ditemukan di stadion elite Eropa seperti Allianz Arena dan Wembley Stadium yang mengandalkan teknologi atap fleksibel untuk menunjang berbagai kegiatan dalam beragam kondisi cuaca.
Tapi, bukannya stadion, bangunan tersebut merupakan fasilitas pendidikan yang dirancang multifungsi.
Area di bawah atap geser itu dimanfaatkan sebagai ruang serbaguna sekolah. Tempat ini digunakan untuk kegiatan olahraga, upacara, sampai aktivitas ekstrakurikuler siswa.
Saat tidak dipakai untuk kegiatan resmi, area tersebut juga difungsikan sebagai tempat parkir sepeda motor murid.
Fitur atap buka-tutup ini bukan sekadar estetika. Desain tersebut memungkinkan aktivitas belajar dan kegiatan sekolah tetap berjalan meski cuaca berubah-ubah. Saat hujan deras atau terik matahari menyengat, atap dapat ditutup untuk memberikan perlindungan.
Sebaliknya, ketika cuaca cerah, atap bisa dibuka untuk memaksimalkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara.
Konsep ini dinilai relevan dengan iklim tropis Indonesia yang memiliki intensitas hujan dan panas cukup tinggi sepanjang tahun.
Kehadiran gedung dengan desain modern di lingkungan sekolah daerah mendapat apresiasi dari netizen. Banyak yang menilai inovasi ini menunjukkan komitmen sekolah dalam menyediakan fasilitas yang nyaman dan adaptif bagi siswa.
Selain menghadirkan tampilan yang unik, penerapan teknologi atap geser ini juga menjadi contoh bagaimana desain arsitektur dapat menunjang efisiensi ruang dan kebutuhan fungsional dalam dunia pendidikan.
Viralnya gedung SMK di Blitar ini sekaligus membuktikan bahwa inovasi tidak hanya hadir di kota-kota besar, tetapi juga bisa berkembang di daerah, bahkan dalam lingkungan sekolah.


