Kalian pengguna KRL Jabodetabek untuk moda transportasi sehari-hari? tahun depan tarifnya akan naik nih, Buzztie.
Kementerian Perhubungan atau Kemenhub sedang mengkaji ulang tarif KRL Jabodetabek. Tapi, Kemenhub memastikan kalau tidak akan ada penyesuaian tarif KRL Jabodetabek sampai akhir tahun ini.
Direktur Jenderal Perkeretaapian atau DJKA Kemenhub, Risal Wasal, mengimbau masyarakat supaya gak perlu khawatir soal penyesuaian tarif ini. Kementerian Perhubungan sedang mengkaji ulang tarif KRL Jabodetabek. Mereka masih terus mengkaji ulang besaran tarif yang sesuai supaya gak memberatkan masyarakat dan tidak terlalu membebankan anggaran Public Service Obligation atau PSO.
“Semoga tahun depan akan ada kabar baik mengenai tarif KRL ini,” kata Risal.
Risal juga mengatakan kajian tentang penetapan tarif itu memang memperhatikan tingkat kemampuan dan kemauan masyarakat untuk membayar tarif KRL. Tapi, kajian juga menimbang beban operasional KRL dan kebutuhan subsidi PSO yang akan dianggarkan.
Risal mengatakan, peningkatan tarif operasional KRL Jabodetabek disebabkan karena adanya inflasi. Hal itu mengakibatkan peningkatan komponen-komponen biaya yang dibutuhkan.
Peningkatan biaya tersebut menyebabkan subsidi PSO terus bertambah dan menjadi kontraproduktif terhadap upaya pembangunan yang masih terus berlangsung. Menurut Risal, besaran anggaran yang dialokasikan ini akan lebih produktif jika disalurkan untuk pembangunan prasarana dan peningkatan pelayanan perkeretaapian di seluruh Indonesia.
Vice President Corporate Communication PT Kereta Commuter Indonesia atau KCI, Anne Purba, pihaknya belum bisa berbicara banyak mengenai kenaikan tarif KRL. Saat ini, KCI masih menunggu keputusan dari Kementerian Perhubungan melalui DJKA.
“Kita lihat nanti, pihak kami koordinasikan dulu dengan DJKA,” ujar Anne.
Share your thoughts, Buzztie!


