By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
NowbuzzNowbuzzNowbuzz
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Reading: Pedagang Tradisional Perempuan di Ambon Ditetapkan jadi Warisan Budaya Tak Benda
Share
Font ResizerAa
NowbuzzNowbuzz
Font ResizerAa
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Cari
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
© 2022 Nowbuzz. All Rights Reserved.
Nowbuzz > National > Pedagang Tradisional Perempuan di Ambon Ditetapkan jadi Warisan Budaya Tak Benda

Pedagang Tradisional Perempuan di Ambon Ditetapkan jadi Warisan Budaya Tak Benda

Published October 30, 2025
855 Views
Share
4 Min Read
Keterangan foto: ilustrasi
SHARE

Salah satu tradisi berdagang tradisional paling tua di Kota Ambon, papalele, ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) oleh kementerian Kebudayaan RI. Mama-mama Papalele, merupakan istilah yang merujuk pada profesi berdagang kaum perempuan yang berkeliling kota sambil menjajakan jualan.  

Penetapan papalele sebagai WBTB dalam sidang kementerian kebudayaan RI kepada pemerintah kota Ambon pada Jumat (10/10).   

Papalele, sebuah istilah lokal yang berasal dari kata bahasa Portugis kuno, Papalvo. Ini menggambarkan aktivitas usaha kecil dan perdagangan sederhana, di mana penjual bertemu langsung dengan pembeli. Dalam kebiasaan sejak dulu, mama papalele biasanya berjalan kaki. Ada yang mengenakan kebaya khas pakaian sehari-hari orang Ambon.

Sebagian perempuan dewasa bahkan ada yang tampil maksimal dengan konde khas sambil membawa tagalaya atau bakul berisi beragam jualan yang disunggih, atau dalam bahasa Ambon disebut keku.   

Jualannya beragam. Ada ikan, sayur atau hasil kebun seperti ubi-ubian dan buah-buahan.  Tradisi itu dilakukan turun-temurun dan masih bisa dijumpai di hampir tiap sudut Kota Ambon saat ini.  

Menariknya, profesi mama-mama papalele didominasi kaum perempuan dari daerah gunung yang ada di Ambon.  Salah satunya, Oma Oppa de Fretes (62) asal Negeri Kilang, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon. 

Dia merupakan gerenerasi kedua yang meneruskan tradisi berjualan papalele.

“Dulunya jualan keliling, papalele. Dari sebelum kerusuhan. Sekarang tetap jualan tapi sudah menetap di sini,” ujar Oma Oppa yang kini telah berjualan lebih dari 20 tahun di lorong Gang Pos Kota Ambon.  

Oma Oppa, tampil menarik dan energik mengenakan kebaya merah muda serta berkonde. Dia bercerita bahwa ibunya dulu juga menekuni profesi yang sama dengannya. Barang yang dijual seperti buah-buahan, telur ayam kampung, madu murni serta hasil kebun dari kampungnya, Negeri Kilang, yang berada di kawasan ‘gunung’ Kota Ambon.  

Dia mengaku profesi itu sudah menjadi sumber kehidupan untuk keluarganya. Bahkan, melekat dan menjadi ciri khas dalam dirinya.

Berjualan sambil berkeliling diakuinya bukan hal mudah, apalagi pada usia yang semakin senja. Tetapi ada dedikasi, tradisi dan warisan yang terus dijaga. 

Di Gang Pos, dia tak sendiri. Ada sederet penjual lain yang juga dulunya berkeliling. Namun karena faktor usia dan cuaca mereka memilih menetap di lokasi tersebut.  

“Katong (kami) bangga juga palele ini sudah diakui. Semoga ada perhatian juga dari pemerintah,” harapnya. Oma Oppa mengaku dirinya tidak mengetahui adanya penetapan dari kementerian untuk profesi yang dia jalani. Meski begitu dirinya tetap punya semangat untuk melajutkan profesi warisan itu. 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Ambon Christian Tukloy menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas pengakuan ini.  

“Penetapan ini bukan sekadar pengakuan formal semata, melainkan sebuah bentuk penghormatan negara terhadap spirit dan ketangguhan mama-mama papalele,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa para papalele adalah pahlawan ekonomi keluarga yang telah menjaga rantai pasok pangan lokal Ambon sejak zaman kolonial hingga hari ini. Lebih dari sekadar aktivitas jual beli, papalele sesungguhnya adalah warisan budaya tak benda yang mengandung nilai-nilai luhur seperti kejujuran, kegigihan, kemandirian, serta kemampuan menjalin koneksi personal dan kepercayaan yang kuat antara penjual dan pembeli. Nilai-nilai kemanusiaan ini bahkan terbukti vital dalam menjaga solidaritas sosial Kota Ambon. 

Disparbud Kota Ambon berkomitmen menjadikan status WBTB Nasional ini sebagai momentum untuk melestarikan dan mengembangkan papalele.  

Upaya yang akan dilakukan mencakup pengangkatan papalele sebagai ikon wisata budaya dan ekonomi lokal, perancangan dukungan infrastruktur seperti sentra papalele yang representatif dan layak. Selain itu, mendorong regenerasi nilai dengan mengajak generasi muda Ambon memahami dan menghargai nilai-nilai ketekunan yang diwariskan para Papalele.

“Mama-mama papalele adalah wajah ketahanan Kota Ambon.” “Dengan status WBTB Nasional ini, kami mengajak seluruh masyarakat dan pihak terkait untuk bersama-sama menjaga, melindungi, dan memastikan tradisi Papalele terus hidup dan berdenyut di hati Ibu Kota Provinsi Maluku ini,” tutup Tukloy.

You Might Also Like

Optimalisasi Pemulihan Pasca Bencana, Hexindo Bersama Mitra Kerja Hadirkan Carrier Dump Morooka di Pidie Jaya

Fashion Show di Halaman Masjid Agung Ciamis, Komunitas Make Up Artis Tuai Kecaman

Terbukti Rencanakan Bunuh Yosua, Ferdy Sambo Divonis Hukuman Mati!

Polisi Tangkap Kurir Narkoba yang Menyamar Jadi Pemudik

Suriah Ganti Mata Uang Per 1 Januari 2026

TAGGED:Kota AMbonMama-mama papalelepapaleleWarisan Budaya
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Internet Indonesia Paling Lambat dan Termahal di ASEAN
Next Article Menkeu Buka Hotline “Lapor Pak Purbaya” untuk Menampung Keluhan Masyarakat
Leave a review Leave a review

Leave a Review Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please select a rating!

Berita Terbaru

Uncategorized
LIXIL Day of Architecture & Design (LDAD) 2026 Jadi Kesempatan Dialog Eksklusif Bersama Para Maestro Arsitektur Dunia
July 31, 2026
42 Views
Uncategorized
Jawab Kebutuhan Industri, Hexindo Perkenalkan “WIXIM Supported by LANDCROS” di Indonesia
July 27, 2026
54 Views
Uncategorized
“Showers That Stay with You” dari GROHE Menjawab Arti Kemewahan Modern
July 27, 2026
61 Views
Uncategorized
PT Delta Sukses Teknologi Perluas Distribusi DWAY, Perkuat Akses terhadap Produk Resmi
July 20, 2026
76 Views
PT Tracon taman 500 bibit mangrove
Uncategorized
PT Tracon Industri Tanam 500 Bibit Mangrove di Dusun Tangkolak
July 13, 2026
62 Views
Uncategorized
Tembus 18 juta Pengguna, Simplus Rayakan Hari Jadi ke-5 dengan Kampanye “Live Young with Simplus”
July 2, 2026
94 Views
TANDA PENGENAL BIRU
LifestyleNational
SUNNY KIDS LUNCURKAN TANDA PENGENAL BIRU (BANTUAN INKLUSIF DI RUANG UMUM), DORONG RUANG PUBLIK YANG LEBIIH INKLUSIF DAN PENUH EMPATI
June 5, 2026
237 Views
Internasional
LIXIL Kembali Gelar LADC 2026: Kompetisi Bergengsi Arsitektur Indonesia
May 23, 2026
124 Views
Lifestyle
Definisi Baru Kemewahan Kamar Mandi: LIXIL Hadirkan Showroom Manzio @313 di Surabaya
May 21, 2026
782 Views
Lifestyle
A-Level & IGCSE di UK dan Ireland Jadi Jalur Favorit Siswa Indonesia Menuju Kedokteran Hingga Seni di Kampus Top Dunia
May 13, 2026
973 Views
Show More

Berita Populer

Entertainment
Ariel Noah & Enda Gitaris Ungu Ramaikan Konser di Sarinah
August 31, 2022
2.3k Views
Lifestyle
Apple luncurkan Iphone 14 7 September 2022
August 30, 2022
1.5k Views
National
Ditolak SPBU, karena beli bensin pakai rupiah baru
August 30, 2022
1.5k Views
National
Viral Grup Facebook Berisi Foto Wanita Penerima Paket dari Kurir
December 14, 2023
2.2k Views
Entertainment
5 Film Trilogi Indonesia di Disney+ Hotstar, Drama hingga Horor
August 23, 2022
1.5k Views

Baca berita lainnya

National

4 WNI Ditangkap Polisi Thailand Karena Mencopet Uang Turis Rp137 Juta

February 10, 2024
National

Netizen Pengkritik Rasa Es Teh Indonesia Minta Maaf Usai Disomasi

September 26, 2022
National

Pakai Dana Hibah Rp1,1 Miliar untuk Dugem, Pegawai Bawaslu Depok Dipecat

September 7, 2022
National

Iriana Diolok Netizen, Gibran-Kaesang Pasang Badan

November 18, 2022

© 2022 Nowbuzz.co.id. All Rights Reserved

nowbuzz_logo
Selamat Datang Kembali!

Masuk ke akun anda

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up