Matematika dan sejarah, dinobatkan sebagai mata pelajaran terpopuler di Indonesia menurut survei Ipsos Education Monitor 2025. Survei global tersebut dirilis Agustus 2025, dengan melibatkan responden dari 30 negara, termasuk Indonesia.
Sebanyak 32 persen responden Indonesia, menyatakan sejarah dan matematika sebagai mata pelajaran favorit mereka. Capaian ini, menunjukkan kuatnya minat masyarakat terhadap pelajaran berbasis logika dan pemahaman peristiwa masa lalu.
Bahasa asing menempati posisi berikutnya, dengan tingkat ketertarikan hingga 30 persen responden Indonesia. Sementara itu, sains dan komputer sama-sama diminati oleh 28 persen responden dalam survei tersebut.
Minat terhadap mata pelajaran tertentu, dinilai lebih rendah dibandingkan bidang akademik lainnya dalam hasil survei. Sebut saja kesusastraan, yang berada pada peringkat terbawah dengan hanya sembilan persen responden.
Geografi diminati 12 persen responden, sedangkan bahasa tertentu memperoleh dukungan 17 persen responden. Perbedaan minat ini mencerminkan keragaman preferensi pendidikan masyarakat Indonesia, di tengah dinamika global saat ini.
Survei tersebut melibatkan 23.700 pengguna internet dewasa berusia di bawah 75 tahun. Wawancara dilakukan antara 20 Juni dan 14 Juli 2025, untuk mendapatkan gambaran publik global tentang pendidikan.


