By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
NowbuzzNowbuzzNowbuzz
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Reading: Korea Selatan Alami Krisis Populasi, Penduduk akan Berkurang 85% Dalam 100 tahun
Share
Font ResizerAa
NowbuzzNowbuzz
Font ResizerAa
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Cari
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
© 2022 Nowbuzz. All Rights Reserved.
Nowbuzz > National > Internasional > Korea Selatan Alami Krisis Populasi, Penduduk akan Berkurang 85% Dalam 100 tahun

Korea Selatan Alami Krisis Populasi, Penduduk akan Berkurang 85% Dalam 100 tahun

Published October 17, 2025
780 Views
Share
4 Min Read
Keterangan foto: ilustrasi
SHARE

Bayangkan sebuah negara yang dibangun oleh generasi muda, tetapi pada puncak kejayaannya, justru kehabisan tenaga untuk menopang masa depan. Inilah paradoks populasi yang tengah mengintai Asia, dan Korea Selatan.

Korea Selatan adalah cermin tergelapnya.

Dalam laporan terbaru dari Korean Peninsula Population Institute for Future, Korea Selatan diprediksi akan kehilangan hingga 85% dari total populasinya pada 2125.

Dari 51,68 juta jiwa hari ini, negara ini bisa menyusut menjadi hanya 7,53 juta orang. 

Proyeksi Korean Peninsula Population Institute for Future menggunakan metode cohort component untuk memproyeksikan tren demografis Korea selama satu abad ke depan.

Teknik yang diakui secara internasional ini memperkirakan populasi masa depan dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti tingkat kelahiran, tingkat kematian, dan pola imigrasi.

Dalam skenario terburuk lembaga tersebut, populasi Korea Selatan dapat turun menjadi 7,53 juta jiwa pada 2125, penurunan tajam dari jumlah saat ini yang mencapai 51,68 juta jiwa. Jumlah ini bahkan lebih sedikit dari populasi Kota Seoul saja saat ini, yang lebih dari 9,3 juta jiwa.

Dalam proyeksi paling optimistis sekalipun, populasi diperkirakan menyusut menjadi 15,73 juta jiwa, atau kurang dari sepertiga jumlah saat ini. Sementara dalam skenario median, populasi 2125 diperkirakan mencapai 11,15 juta jiwa.

Laporan ini juga menyoroti kecepatan penurunan populasi yang semakin meningkat. Dalam skenario median, populasi akan menyusut sebesar 30% pada 2075, dan kemudian turun lebih dari setengahnya dalam 50 tahun berikutnya.

Penurunan ini tidak hanya disebabkan oleh tingkat kelahiran yang menurun, tetapi juga oleh efek berantai.

Dengan semakin sedikitnya orang di setiap generasi berikutnya, jumlah calon orang tua juga berkurang, yang mempercepat penurunan lebih lanjut.

Piramida demografi Korea Selatan, yang dahulu berbentuk seperti “ikan pari” dengan basis luas berisi kelompok usia muda, diperkirakan akan berubah menjadi bentuk “ular kobra” pada 2125 – dengan pita-pita usia yang menyempit di seluruh kelompok umur dan populasi yang didominasi oleh kelompok usia tua.

Dalam 75 tahun, skenario terburuk memperkirakan bahwa untuk setiap 100 orang usia kerja, yang didefinisikan sebagai usia 15 hingga 64 tahun sehingga akan terdapat 140 lansia berusia 65 tahun ke atas.

Saat ini, 100 orang usia kerja mendukung sekitar 30 lansia, yang menunjukkan bahwa Korea Selatan berada di jalur menjadi masyarakat dengan “piramida terbalik”, di mana jumlah tanggungan jauh melebihi jumlah orang yang menopang mereka.

Laporan ini juga memasukkan analisis sentimen sosial berdasarkan sekitar 60.000 unggahan di aplikasi komunitas kerja “Blind”, dengan fokus pada pemikiran orang-orang usia 20-an hingga 40-an tentang pernikahan dan memiliki anak.

Hasilnya mengungkapkan bahwa generasi muda kini lebih memprioritaskan “uang” dan “perumahan” dibandingkan “cinta” saat membahas pernikahan. Beban keuangan secara konsisten muncul sebagai kekhawatiran utama dalam percakapan mengenai memiliki anak.

Laporan ini menyimpulkan bahwa keputusan terkait pernikahan dan pengasuhan anak semakin dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, bukan preferensi pribadi.

Proyeksi yang sangat mencolok ini menegaskan tantangan demografis serius yang dihadapi Korea Selatan saat negara tersebut bergulat dengan tingkat kelahiran terendah di dunia dan populasi yang menua paling cepat.

Per 2024, angka fertilitas total Korea Selatan yaitu rata-rata jumlah anak yang diperkirakan akan dilahirkan seorang perempuan selama hidupnya – sedikit meningkat menjadi 0,75, namun masih jauh di bawah tingkat pengganti populasi sebesar 2,1.

You Might Also Like

Buka Kesempatan Kerja, Jepang Butuh 40 Ribu Tenaga Kerja Indonesia

Overload, 35 Ribu Suporter Bola Menonton Pertandingan Final Turnamen SMA di Thailand

Indonesia Jadi Salah Satu Negara Paling Aman Jika Perang Dunia Ketiga Terjadi

Jepang jadi Negara Teraman di Asia Tahun 2026

KFC Tutup 47 Gerai Merugi Rp 557 miliar Akibat Aksi Boikot

TAGGED:Korea SelatanKrisis PopulasiPenduduk berkurang
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Sepatu Bata Resmi Hentikan Produksi
Next Article Populasi Pesut Mahakam Kian Terancam
Leave a review Leave a review

Leave a Review Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please select a rating!

Berita Terbaru

Uncategorized
Jawab Kebutuhan Industri, Hexindo Perkenalkan “WIXIM Supported by LANDCROS” di Indonesia
July 27, 2026
54 Views
Uncategorized
“Showers That Stay with You” dari GROHE Menjawab Arti Kemewahan Modern
July 27, 2026
60 Views
Uncategorized
PT Delta Sukses Teknologi Perluas Distribusi DWAY, Perkuat Akses terhadap Produk Resmi
July 20, 2026
76 Views
PT Tracon taman 500 bibit mangrove
Uncategorized
PT Tracon Industri Tanam 500 Bibit Mangrove di Dusun Tangkolak
July 13, 2026
62 Views
Uncategorized
Tembus 18 juta Pengguna, Simplus Rayakan Hari Jadi ke-5 dengan Kampanye “Live Young with Simplus”
July 2, 2026
94 Views
TANDA PENGENAL BIRU
LifestyleNational
SUNNY KIDS LUNCURKAN TANDA PENGENAL BIRU (BANTUAN INKLUSIF DI RUANG UMUM), DORONG RUANG PUBLIK YANG LEBIIH INKLUSIF DAN PENUH EMPATI
June 5, 2026
236 Views
Internasional
LIXIL Kembali Gelar LADC 2026: Kompetisi Bergengsi Arsitektur Indonesia
May 23, 2026
124 Views
Lifestyle
Definisi Baru Kemewahan Kamar Mandi: LIXIL Hadirkan Showroom Manzio @313 di Surabaya
May 21, 2026
782 Views
Lifestyle
A-Level & IGCSE di UK dan Ireland Jadi Jalur Favorit Siswa Indonesia Menuju Kedokteran Hingga Seni di Kampus Top Dunia
May 13, 2026
972 Views
Lifestyle
Solusi Tekanan Air Rendah: WizFlo Hand Shower dari American Standard
May 11, 2026
126 Views
Show More

Berita Populer

Entertainment
Ariel Noah & Enda Gitaris Ungu Ramaikan Konser di Sarinah
August 31, 2022
2.3k Views
Lifestyle
Apple luncurkan Iphone 14 7 September 2022
August 30, 2022
1.5k Views
National
Ditolak SPBU, karena beli bensin pakai rupiah baru
August 30, 2022
1.5k Views
National
Viral Grup Facebook Berisi Foto Wanita Penerima Paket dari Kurir
December 14, 2023
2.2k Views
Entertainment
5 Film Trilogi Indonesia di Disney+ Hotstar, Drama hingga Horor
August 23, 2022
1.5k Views

Baca berita lainnya

Internasional

Spanyol Berencana Kurangi Jam Kerja, Jadi Solusi untuk Kesejahteraan Pekerja?

January 6, 2025
Internasional

Arab Saudi Izinkan Warga Asing Membeli Properti di Riyadh dan Jeddah Mulai Tahun Depan

July 30, 2025
Internasional

Qatar & Arab Saudi Resmi Jadi Tuan Rumah Putaran Keempat Kualifikasi  Piala Dunia 2026

June 20, 2025
Internasional

Larangan Penggunaan Vape di Singapura Makin Ketat!

August 24, 2025

© 2022 Nowbuzz.co.id. All Rights Reserved

nowbuzz_logo
Selamat Datang Kembali!

Masuk ke akun anda

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up