By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
NowbuzzNowbuzzNowbuzz
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Reading: Kontroversi Foto Jadi Animasi Ghibli Pakai AI, Dunia Kreatif Heboh
Share
Font ResizerAa
NowbuzzNowbuzz
Font ResizerAa
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Cari
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
© 2022 Nowbuzz. All Rights Reserved.
Nowbuzz > Lifestyle > Technology > Kontroversi Foto Jadi Animasi Ghibli Pakai AI, Dunia Kreatif Heboh

Kontroversi Foto Jadi Animasi Ghibli Pakai AI, Dunia Kreatif Heboh

Published April 11, 2025
859 Views
Share
5 Min Read
Sumber: Gambar hanya ilustrasi
SHARE

Media sosial sedang ramai oleh tren unik: foto-foto yang disulap menjadi animasi bergaya Studio Ghibli, studio animasi legendaris asal Jepang. Karakteristik visual yang khas dari studio ini kini hadir dalam berbagai unggahan Instagram dan X (dulu Twitter), lengkap dengan suasana magis ala film-film besutan Hayao Miyazaki. 

Tapi, bukan seniman digital atau animator yang berada di balik karya-karya ini, melainkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dari chatbot ChatGPT buatan OpenAI. Hanya dengan memasukkan perintah tertentu, pengguna bisa mengubah foto biasa menjadi karya dengan nuansa khas Ghibli.

Meski terlihat menarik, tren ini justru memicu perdebatan panas. Pasalnya, gaya visual Studio Ghibli dinilai sangat unik dan lekat dengan sang pendiri, Hayao Miyazaki, yang masih aktif berkarya di industri animasi.

Banyak yang menilai, meniru gaya ini bahkan oleh AI sekalipun merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak cipta. Miyazaki sendiri sudah pernah menyuarakan pendapat kerasnya mengenai animasi yang dibuat dengan AI. 

Dalam sebuah wawancara dengan NHK pada 2016, ia menyebut bahwa animasi berbasis AI adalah “penghinaan terhadap kehidupan itu sendiri”.

Reaksi publik pun terbelah. Beberapa menyuarakan kekhawatiran bahwa penggunaan AI untuk meniru gaya Ghibli adalah pelanggaran serius terhadap hak kekayaan intelektual. Seorang pengguna X bernama John Koch, misalnya, menegaskan bahwa gaya visual Studio Ghibli dibangun dari proses kreatif bertahun-tahun, dan penggunaannya oleh AI sangat tidak dapat diterima. 

Nada serupa disuarakan oleh pengguna X lainnya, Farizkey. Ia mengaku resah melihat betapa mudahnya AI menghasilkan gambar ala Ghibli, yang menurut dia membuat karya seni yang penuh cinta itu menjadi terkesan “murah.”

Tapi, tak sedikit pula yang bersikap lebih longgar. Pengguna X bernama Prandium, misalnya, berpendapat bahwa selama gambar-gambar tersebut tidak dimonetisasi, maka sah-sah saja dibuat dan dibagikan. Lalu, bagaimana sebenarnya regulasi yang berlaku? Jika melihat hukum di negara asal Studio Ghibli, Jepang, Undang-Undang Hak Cipta yang direvisi pada 2018 memberikan kelonggaran.

Pasal 30-4 menyatakan kalau konten berhak cipta dapat digunakan untuk analisis, penelitian, pelatihan, dan pengembangan AI, selama tujuannya adalah mendukung inovasi teknologi. Bahkan, regulasi ini tak mengharuskan adanya izin dari pemegang hak cipta untuk penggunaan tersebut, selama masih dalam koridor pelatihan AI. Namun, tidak dijelaskan apakah hasil dari pelatihan tersebut boleh digunakan untuk kepentingan pribadi maupun komersial. Artinya, secara legal, banyak perusahaan dapat menggunakan konten berhak cipta dari Jepang untuk melatih AI mereka dan bahkan mendapatkan keuntungan dari hasilnya.

Meski demikian, para ahli hukum memperingatkan bahwa hasil akhir dari pelatihan AI bisa menimbulkan masalah hukum. Jika gambar yang dihasilkan sangat menyerupai karya yang sudah ada, maka potensi pelanggaran hak cipta tetap terbuka. Profesor hukum dari Universitas Cornell, James Grimmelmann, menegaskan bahwa pelatihan AI mungkin sah, tetapi jika hasilnya menyerupai karya berhak cipta, itu bisa menjadi ilegal. Hal senada disampaikan oleh Pam Samuelson dari Universitas California Berkeley, yang menyebut bahwa meski pelatihan bisa dianggap sebagai “penggunaan wajar,” hasilnya tetap bisa memicu gugatan hukum jika terlalu mirip.

Evan Brown, pengacara kekayaan intelektual dari firma Neal & McDevitt, menambahkan bahwa gaya visual sendiri belum tentu dilindungi secara eksplisit oleh hukum hak cipta. Maka, secara teknis, OpenAI tidak serta-merta melanggar hukum hanya karena menghasilkan gambar bergaya Ghibli melalui ChatGPT. Meski begitu, pertanyaan yang lebih besar menurut Brown adalah: apakah pengambilan konten dari internet untuk melatih AI itu sendiri merupakan bentuk pelanggaran hak cipta?

Menanggapi kontroversi ini, perwakilan OpenAI menyatakan bahwa ChatGPT tidak akan meniru gaya dari seniman individu yang masih hidup. Namun, AI tetap mengizinkan pembuatan karya dalam gaya umum yang lebih luas, seperti “Ghibli-style.” Sikap Hayao Miyazaki terhadap AI pun tetap keras. Dalam sebuah demonstrasi teknologi AI pada 2016, ia menyaksikan animasi makhluk tanpa kepala yang dibuat oleh algoritma. Ia menyebut animasi tersebut “menyedihkan” dan mencerminkan kurangnya pemahaman terhadap nilai kehidupan dan seni. 

“Saya tidak akan pernah menerapkan teknologi seperti ini dalam karya saya,” ujarnya saat itu. Saat ini, peraturan tentang AI dan hak cipta masih berada di wilayah abu-abu. Namun, satu hal jelas: tren foto bergaya Ghibli lewat ChatGPT telah membuka perdebatan besar mengenai pentingnya perlindungan hak cipta di era teknologi yang berkembang pesat.

You Might Also Like

Robot di Korea Selatan “Bunuh Diri” Diduga Karena Kebanyakan Kerja

Nvidia Jadi Perusahaan Paling Inovatif, Kalahkan Apple

Buat Inovasi Baru, Elon Musk Rencanakan Buat Xmail yang jadi Saingan Gmail

Kata “Please” dan “Thank You” yang Diketik Pengguna Buat Server OpenAI Lebih Berat

Sebuah Perusahaan Kembangkan Bayi Berbasis AI

TAGGED:Artificial InteligentChatGPTGhibli Art
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Dianggap Menjadi Penghambat, Wamenaker Bakal Kaji Syarat Umur Lowongan Kerja
Next Article 6 Taman di Jakarta akan Direncanakan Buka 24 Jam, Bisa Healing Tengah Malam
Leave a review Leave a review

Leave a Review Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please select a rating!

Berita Terbaru

TANDA PENGENAL BIRU
LifestyleNational
SUNNY KIDS LUNCURKAN TANDA PENGENAL BIRU (BANTUAN INKLUSIF DI RUANG UMUM), DORONG RUANG PUBLIK YANG LEBIIH INKLUSIF DAN PENUH EMPATI
June 5, 2026
96 Views
Internasional
LIXIL Kembali Gelar LADC 2026: Kompetisi Bergengsi Arsitektur Indonesia
May 23, 2026
93 Views
Lifestyle
Definisi Baru Kemewahan Kamar Mandi: LIXIL Hadirkan Showroom Manzio @313 di Surabaya
May 21, 2026
758 Views
Lifestyle
A-Level & IGCSE di UK dan Ireland Jadi Jalur Favorit Siswa Indonesia Menuju Kedokteran Hingga Seni di Kampus Top Dunia
May 13, 2026
863 Views
Lifestyle
Solusi Tekanan Air Rendah: WizFlo Hand Shower dari American Standard
May 11, 2026
93 Views
Internasional
Harga LPG Non Subsidi Kembali Alami Kenaikan
May 6, 2026
759 Views
National
Siap-siap, Kendaraan Listrik akan Dikenakan Pajak
May 6, 2026
747 Views
Internasional
Inggris Resmi Setujui RUU yang Larang Penjualan Rokok untuk Generasi 2009 ke Atas
May 6, 2026
741 Views
National
UU PPRT Resmi Disahkan, Kini Pekerja Rumah Tangga dapat Perlindungan Hukum dan Jaminan Sosial
May 6, 2026
757 Views
Lifestyle
Hammersonic Fest Resmi Jadi Private Festival, Tiket akan Di-Refund 100%
May 6, 2026
739 Views
Show More

Berita Populer

Entertainment
Ariel Noah & Enda Gitaris Ungu Ramaikan Konser di Sarinah
August 31, 2022
2.2k Views
Lifestyle
Apple luncurkan Iphone 14 7 September 2022
August 30, 2022
1.5k Views
National
Ditolak SPBU, karena beli bensin pakai rupiah baru
August 30, 2022
1.5k Views
National
Viral Grup Facebook Berisi Foto Wanita Penerima Paket dari Kurir
December 14, 2023
2.1k Views
Entertainment
5 Film Trilogi Indonesia di Disney+ Hotstar, Drama hingga Horor
August 23, 2022
1.4k Views

Baca berita lainnya

Technology

Australia akan Larang AI untuk Anak-anak

March 30, 2026
Technology

Indonesia Meluncurkan Satelit Terbesar di Asia Tenggara

September 17, 2025
Technology

Urban XI Evo 5, Kendaraan Ramah Lingkungan Inovasi dari Tim Sapuangin ITS

December 13, 2025
Technology

Hexindo Perkenalkan Produk Unggulan Terbaru Backhoe Loader BX100 Shinrai Power

May 9, 2025

© 2022 Nowbuzz.co.id. All Rights Reserved

nowbuzz_logo
Selamat Datang Kembali!

Masuk ke akun anda

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up