CEO OpenAI, Sam Altman mengatakan bahwa tagihan listrik perusahaannya melonjak menjadi puluhan juta dollar. Saat ditelusuri ternyata penyebabnya karena orang-orang yang bersikap sopan kepada ChatGPT dengan mengucap “tolong” dan “terima kasih”.
Altman menjelaskan, penggunaan kata “tolong” dan “terima kasih saat berbicara dengan ChatGPT membuat perusahaan mengeluarkan biaya puluhan juta dollar, Buzztie.
Hal ini dikarenakan meningkatnya beban komputasi dan energi untuk memproses permintaan yang lebih sopan dan kompleks. Meski begitu, ia menganggap biaya itu sepadan.
Dari hal itu Altman menyimpulkan, berbicara sopan dengan AI merupakan “tindakan yang mahal”.
Menurut laporan dari The Electric Power Research Institute (EPRI), dibutuhkan energi 10 kali lebih banyak untuk mengajukan pertanyaan/prompt atau mengirimkan komentar kepada ChatGPT. Angka ini lebih besar daripada energi yang dibutuhkan dalam pencarian Google standar.
Kenapa orang bersikap sopan ke ChatGPT?
Penerbit Future merilis survei pada Februari 2025 yang menunjukkan bahwa 67 persen orang AS bersikap sopan saat menggunakan AI. Hampir satu dari lima responden kelompok tersebut atau sekitar 18 persennya menyatakan, mereka mengucapkan “tolong” dan “terima kasih” kepada AI. Alasannya cukup sederhana, yakni untuk melindungi diri mereka sendiri jika terjadi pemberontakan AI.
Sementara, sisanya 82 persen mengatakan, mereka bersikap sopan kepada AI karena itu menyenangkan. Menurut mereka, bersikap sopan kepada siapapun adalah hal yang menyenangkan, termasuk pada AI dan manusia. Direktur desain Microsoft, Kurtis Beavers mengatakan, bersikap sopan kepada AI memiliki tujuan fungsional. Beavers menyampaikan, menggunakan bahasa yang sopan akan menentukan respons dari AI. Dengan kata lain, saat Anda bersikap sopan ke AI, maka AI cenderung akan merespons dengan cara yang sama.


