Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia (ASPI) mengusulkan konsep inovatif yaitu menjadikan Jakarta dan IKN sebagai “twin cities” atau kota kembar, sehingga keduanya dapat berperan sebagai pusat pemerintahan negara. Usulan menjadikan Jakarta dan IKN sebagai kota kembar, yang awalnya digagas oleh Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia (ASPI), kini disuarakan langsung oleh Mantan Kepala Otorita IKN (OIKN), Bambang Susantono.
“Twin Cities, itulah konsep yang diusulkan Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia (@aspi.indonesia) terkait pembangunan IKN ke depannya, dan ‘dititipkan’ pada saya untuk dapat disampaikan ke pemerintah,” kata Bambang dalam unggahan di Instagram pribadinya.
Bambang menjelaskan sebelumnya jika ASPI sudah melakukan beberapa tahapan kajian mendalam bersama para anggotanya, sehingga mengusulkan empat skenario pembangunan IKN. Ia mengungkapkan semuanya bertujuan agar proses pembangunan IKN dapat diarahkan kembali agar “on the track” sesuai dengan visi dan misi awalnya.
ASPI berpendapat kalau pemindahan Ibu Kota perlu dilakukan segera mengingat besarnya investasi yang sudah digelontorkan untuk IKN. Untuk memastikan kelancaran proses pembangunan IKN, ASPI menyarankan agar pemindahan ibu kota dilakukan sebelum masa transisi pemerintahan.
Konsep Twin Cities mengusulkan adanya dua pusat pemerintahan utama yang beroperasi secara bersamaan dalam periode transisi (2025-2029). Konsep ‘twin cities’ ini mengusulkan agar IKN dan Jakarta bersama-sama menjalankan fungsi pemerintahan negara, di mana salah satu kota akan memiliki status sebagai ibu kota secara hukum (de jure) dan kota lainnya akan menjalankan fungsi pemerintahan secara nyata (de facto).
“Melalui konsep Twin Cities, ASPI mengusulkan agar Jakarta dan IKN dapat berbagi fungsi dalam jangka pendek ini. Sesuai dengan skenario yang nantinya dipilih, salah satu kota dapat berperan sebagai ibukota secara legal (de jure), sedangkan kota lainnya menjalankan kegiatan administrasi pemerintahan nasional (de facto), dan masing-masing kota didesain untuk melaksanakan fungsi utama tertentu,” keterangan Utusan Khusus Presiden untuk Kerja Sama Internasional Pembangunan IKN ini dalam unggahan Instagram pribadinya.
ASPI berharap pendekatan strategis ini diharapkan bisa membantu mengelola tahap transisi saat ini dengan lebih efektif, dengan memanfaatkan kekuatan masing-masing kota, Buzztie.
Bambang juga mengucapkan terima kasih pada ASPI atas masukannya, sebagai organisasi akademik beranggotakan 100 program perencanaan wilayah dan kota di 74 universitas dari Sabang sampai Merauke, ia menjelaskan jika ASPI memiliki kualifikasi dan kemampuan untuk ikut serta secara aktif dalam pembangunan ibu kota.
“InsyaAllah pesan ini akan saya sampaikan pada pemerintah saat ini dan yang mendatang, sebagai wujud kerja sama untuk melahirkan sebuah ibu kota berkelanjutan bagi rakyat,” ucap Bambang.


