Twitter dibawahi Elon Musk memang sedang gencarnya melakukan perubahan besar-besara untuk fitur, serta mencoba meraup pendapatan dari berbagai layanan berbayar.
Baru-baru ini, sebuah laporan menyampaikan platform media sosial itu ingin memperluas usaha mereka ke sektor pembayaran, untuk bersaing dengan PayPal dan Apple Pay, Buzztie.
Bulan November lalu, Elon Musk sempat merincikan rencananya untuk memasuki platform pembayaran, dalam pertemuannya dengan pengiklan yang digelar di Twitter Spaces.
Musk merekomendasikan supaya pengguna bisa mentransfer uang ke orang lain yang ada di media sosial tersebut. Tapi setelah itu, belum ada kelanjutan soal usulan itu, meskipun Twitter masih aktif mengembangkannya.
Namun, laporan Financial Times, seperti dikutip dari 9to5mac, Jumat (3/2/2023) melaporkan, Twitter sudah mengajukan izin yang diperlukan, untuk menjadi platform pembayaran di Amerika Serikat.
Berita itu juga menulis, Esther Crawford, Direktur Manajemen Produk, Twitter, juga sudah menggarap infrastruktur layanan baru ini. Laporan juga mencatat kalau CEO Tesla itu ingin mengubah Twitter menjadi “aplikasi segalanya.”
Platform pembayaran Twitter ini juga kabarnya, akan menambahkan dukungan untuk mata uang kripto di masa yang akan datang, setelah dirilis awal dengan metode pembayaran dan mata uang reguler.
Bisa dibilang, platform pembayaran ini dapat bersaing dengan PayPal atau Apple Pay, yang memungkinkan pengguna tidak hanya membayar di toko, tetapi juga mentransfer uang di antara mereka.
Patut diingat bahwa pada tahun 1999, Elon Musk ikut mendirikan X.com, salah satu bank online pertama, yang kemudian berevolusi menjadi bagian dari raksasa pembayaran PayPal.
What do you think, Buzztie?


