Kamila Andini, sutradara dari series Gadis Kretek, ini terpilih menjadi Oscar voter tahun 2025 sebagai sutradara film panjang perempuan pertama dari Indonesia. Kamila resmi menjadi anggota Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) atau The Academy, penyelenggara ajang penghargaan film paling bergengsi di dunia, Academy Awards (Oscar). Kabar ini disampaikan oleh Forka Films sebagai rumah produksi yang menjadi mitra kreatif utama Kamila. Ia bergabung bersama sederet nama besar internasional lainnya seperti Ariana Grande, Jason Momoa, hingga Kieran Culkin.
Setelah The Academy of Motion Picture Arts and Sciences mengundang para profesional perfilman seperti aktor, penulis, produser, sutradara, teknisi perfilman, dan seniman film lainnya secara tahunan untuk Oscar, terdapat 534 undangan baru termasuk sutradara Gadis Kretek, Kamila Andini.
Sebagai mitra kreatif utama Forka Films, Kamila Andini sudah menjadi kekuatan pendorong dalam menghadirkan cerita-cerita sinematik yang berakar pada budaya Indonesia namun berbicara secara universal, mengangkat narasi tentang perempuan, komunitas adat, serta generasi muda dengan sensitivitas yang kuat dan estetika khas. Karya Forka Films (Fourcolours Films) bersama Kamila pada 2017 berjudul Sekala Niskala (The Seen and Unseen) juga meraih Grand Prix Generation Kplus di Berlinale dan Best Youth Feature di Asia Pacific Screen Awards.
Kemudian, Yuni (2021) memenangkan Platform Prize di Toronto International Film Festival dan menjadi perwakilan Indonesia untuk Oscars 2022. Kamila Andini lahir di Jakarta pada 6 Mei 1986. Ia menempuh pendidikan di Deakin University, Melbourne, dan memperoleh gelar di bidang Sosiologi dan Seni Media.
Menurut laporan Variety, Kamis, selain Kamila Andini, mereka yang masuk dalam daftar undangan termasuk pemenang Oscar baru Mikey Madison (Aktris Terbaik untuk Anora) dan Kieran Culkin (Aktor Pendukung Terbaik, A Real Pain).
Akademi menyatakan 41 persen dari kelas baru tersebut adalah perempuan, 45 persen berasal dari komunitas yang kurang terwakili, dan 55 persen berasal dari 60 negara dan teritori di luar Amerika Serikat. Jika semua menerima, maka keanggotaan The Academy secara keseluruhan akan terdiri atas 35 persen perempuan, 22 persen komunitas yang kurang terwakili, dan 21 persen internasional. Keanggotaan akan mencapai 11.120, dengan 10.143 anggota memenuhi syarat untuk memberikan suara dan mencalonkan dalam pemilihan tata kelola Oscar.


