By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
NowbuzzNowbuzzNowbuzz
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Reading: Dua Siswi SMAN 2 Cilacap Buat Alat untuk Mendeteksi Keracunan MBG
Share
Font ResizerAa
NowbuzzNowbuzz
Font ResizerAa
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Cari
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
© 2022 Nowbuzz. All Rights Reserved.
Nowbuzz > Lifestyle > Technology > Dua Siswi SMAN 2 Cilacap Buat Alat untuk Mendeteksi Keracunan MBG

Dua Siswi SMAN 2 Cilacap Buat Alat untuk Mendeteksi Keracunan MBG

Published October 10, 2025
770 Views
Share
5 Min Read
keterangan foto: ilustrasi
SHARE

Dua siswi SMA Negeri 2 Cilacap berhasil membuat kotak makan pintar yang bisa mendeteksi makanan basi. Kotak makan yang dinamai Ompreng ini lahir dari keprihatinan mereka karena banyaknya kasus keracunan makanan. Oleh pihak sekolah, alat ini dipakai untuk mengecek menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan dimakan para siswa.

Adalah Alya Meisya N (16) dan Felda Triana W (16), siswi kelas XI jurusan fisika-matematika yang merancang alat pendeteksi ini. Alat ini tercipta beberapa bulan lalu sebelum maraknya kasus keracunan MBG, Buzztie.

“Kami menciptakan alat ini awalnya itu karena prihatin banyak kasus keracunan makanan. Nah alat ini bisa untuk mendeteksi kebasian makanan, terutama makanan MBG yang dibagikan di sekolah-sekolah. Akhir-akhir ini banyak kasus keracunan yang bikin anak-anak sampai masuk rumah sakit,” kata Alya dan Felda.

Alat ini berbentuk seperti kotak makan besar dengan sensor khusus yang terpasang di bagian tutup. Cara kerjanya cukup sederhana. Sampel makanan dimasukkan ke dalam kotak, lalu ditutup dan sensor akan melakukan pembacaan dalam waktu 3 hingga 5 menit.

Setelah didiamkan, akan muncul indikator makanan tersebut basi atau tidak. Jika tidak aman akan muncul tulisan ‘terdeteksi’. Di atasnya terdapat tulisan simbol MQ135 untuk indikator pembacaan makanan jenis hewani dan MQ3 untuk indikator makanan jenis nabati.

“Itu untuk daging angka indikator 100-400 masih aman di konsumsi. Kalau di atas itu artinya sudah hampir basi. Kalau yang sudah basi angkanya mencapai 1.000. Terus untuk buah-buahan dan sayuran. Yang aman di angka 100-500. Kalau di atas itu sudah mengandung gas yang hampir basi. Sebaiknya tidak dikonsumsi,” terangnya.

Menariknya, hasil deteksi ini juga bisa dipantau lewat aplikasi berbasis android dengan nama ‘Blynk IoT’ yang terhubung ke ponsel. Artinya, alat ini bisa digunakan secara praktis dan mobile oleh petugas atau guru di sekolah.

“Jadi koneksinya lewat WiFi. Aplikasi ini bisa terhubung angkanya. Kalau misal sambil menunggu waktu pengecekan bisa ditinggal dan dipantau lewat handphone,” jelasnya.

Alya mengatakan alat kreasinya ini bisa membaca makanan dari suhu, warna dan gas. Kedepannya akan disempurnakan lagi agar bisa membaca berbagai macam bakteri berbahaya.

“Jadi alat ini mendeteksi gas yang keluar. Masih mau disempurnakan lagi biar bisa mendeteksi berbagai macam bakteri diantaranya e-coli dan salmonella,” ungkap dia.

“Sebenarnya alat ini untuk mendeteksi kebasian tetapi penyebab dari keracunan bisa disebabkan oleh makanan terkontaminasi basi,” tambahnya.

Alya dan Felda mengatakan bahwa alat ini sudah lolos uji laboratorium. Terbukti dengan diraihnya penghargaan tingkat Regional Jateng-DIY pada bulan lalu.

“Alhamdulillah kami dapat juara 2 dalam ajang AHM Best Student (AHMBS) Regional Jateng-DIY 2025 yang digelar Astra Honda Motor secara daring, 11-23 September lalu. Juara 1 nya kalau tidak salah dari Jogja,” ujarnya.

Mereka berharap agar alat ini ke depannya bisa menekan kasus keracunan makanan yang belakangan ini marak terjadi. Serta bisa dikembangkan lagi untuk masyarakat Indonesia.

“Harapannya pengin dikembangin lagi bisa bermanfaat bagi masyarakat di Indonesia. Bisa mengurangi masalah-masalah keracunan yang ada di Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Cilacap, Masripah, mengapresiasi capaian dua siswinya itu. Ia menyebut karya inovatif ini lahir dari riset dan menjawab kebutuhan masyarakat.

“Itu karya anak-anak yang berbasis riset. Kami selalu dorong siswa untuk menghasilkan sesuatu yang benar-benar bermanfaat buat masyarakat,” kata dia.

Ia juga menyebut sekolahnya mendukung penuh riset-riset seperti ini dengan menyiapkan pembimbing khusus bagi siswa. “Saat ini masyarakat butuh jaminan bahwa makanan MBG itu aman. Dengan alat ini, keyakinan itu bisa lebih terjaga,” jelasnya.

Masripah menyebut, alat buatan Alya dan Felda sudah mulai digunakan di sekolah. Sebelum makanan MBG dibagikan ke siswa, sampel akan dicek dulu dengan alat tersebut.

“Iya, kami ambil sampel MBG dulu sebelum dikonsumsi siswa. Kalau misal hasilnya tidak layak, langsung kita hentikan pembagiannya. Semua demi keamanan siswa,” ujar dia.

You Might Also Like

Google Resmi Mengubah Logonya

Meta Perkenalkan Gelang Pintar yang Bisa Kendalikan Mouse dan Keyboard

Startup di AS Buat AI yang Memungkinkan Bisa Berkomunikasi dengan Orang yang Sudah Meninggal

Setelah 23 Tahun Beroperasi, Microsoft akan Tutup Skype pada 5 Mei 2025

Startup asal Amerika Serikat, Rancang Hotel Pertama di Bulan Mulai Buka Tahun 2032

TAGGED:Alat deteksi makanan basiMakanan Bergizi GratisMBG
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Mahasiswa UNDIP Buat Gel dari Limbah Perikanan untuk Mengobati Kaki Pecah-pecah
Next Article Maluku Utara jadi Daerah dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Indonesia
Leave a review Leave a review

Leave a Review Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please select a rating!

Berita Terbaru

Uncategorized
LIXIL Day of Architecture & Design (LDAD) 2026 Jadi Kesempatan Dialog Eksklusif Bersama Para Maestro Arsitektur Dunia
July 31, 2026
47 Views
Uncategorized
Jawab Kebutuhan Industri, Hexindo Perkenalkan “WIXIM Supported by LANDCROS” di Indonesia
July 27, 2026
56 Views
Uncategorized
“Showers That Stay with You” dari GROHE Menjawab Arti Kemewahan Modern
July 27, 2026
61 Views
Uncategorized
PT Delta Sukses Teknologi Perluas Distribusi DWAY, Perkuat Akses terhadap Produk Resmi
July 20, 2026
77 Views
PT Tracon taman 500 bibit mangrove
Uncategorized
PT Tracon Industri Tanam 500 Bibit Mangrove di Dusun Tangkolak
July 13, 2026
62 Views
Uncategorized
Tembus 18 juta Pengguna, Simplus Rayakan Hari Jadi ke-5 dengan Kampanye “Live Young with Simplus”
July 2, 2026
94 Views
TANDA PENGENAL BIRU
LifestyleNational
SUNNY KIDS LUNCURKAN TANDA PENGENAL BIRU (BANTUAN INKLUSIF DI RUANG UMUM), DORONG RUANG PUBLIK YANG LEBIIH INKLUSIF DAN PENUH EMPATI
June 5, 2026
237 Views
Internasional
LIXIL Kembali Gelar LADC 2026: Kompetisi Bergengsi Arsitektur Indonesia
May 23, 2026
124 Views
Lifestyle
Definisi Baru Kemewahan Kamar Mandi: LIXIL Hadirkan Showroom Manzio @313 di Surabaya
May 21, 2026
782 Views
Lifestyle
A-Level & IGCSE di UK dan Ireland Jadi Jalur Favorit Siswa Indonesia Menuju Kedokteran Hingga Seni di Kampus Top Dunia
May 13, 2026
973 Views
Show More

Berita Populer

Entertainment
Ariel Noah & Enda Gitaris Ungu Ramaikan Konser di Sarinah
August 31, 2022
2.3k Views
Lifestyle
Apple luncurkan Iphone 14 7 September 2022
August 30, 2022
1.5k Views
National
Ditolak SPBU, karena beli bensin pakai rupiah baru
August 30, 2022
1.5k Views
National
Viral Grup Facebook Berisi Foto Wanita Penerima Paket dari Kurir
December 14, 2023
2.2k Views
Entertainment
5 Film Trilogi Indonesia di Disney+ Hotstar, Drama hingga Horor
August 23, 2022
1.5k Views

Baca berita lainnya

Technology

Flip Phone Barbie, Hasil Kolaborasi Mattel dan Nokia

September 9, 2024
Technology

Komdigi akan Selidiki Penyalahgunaan AI Grok untuk Konten Asusila

January 14, 2026
Technology

Microsoft Mendadak Larang ChatGPT

November 24, 2023
LifestyleTechnology

China Kembangkan Robot AI untuk Atasi Parkir Liar

December 6, 2023

© 2022 Nowbuzz.co.id. All Rights Reserved

nowbuzz_logo
Selamat Datang Kembali!

Masuk ke akun anda

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up